Pengantar Bulan Agustus 2014

Bulan ini, ada serangkum sajak dari Sujiwo Tejo dan Agus Noor, kemudian ada Nanang Suryadi dengan Biar!, Muhammad Syamsuddin dengan Percakapan: Antara Hujan dan Daun, Isnaini Shaleh dengan A, syair-syair gubahan Nizami Ganjavi dalam buku klasik Laila & Majnun, Acep Zamzam Noor dengan Tulisan pada Tembok dan Jamal T. Suryanata dengan Kitab Cinta. Salam puisi.

Sabtu, 12 Maret 2011

LELAKI KEMBANG BATU


Data buku kumpulan puisi Lelaki Kembang Batu

Judul : Lelaki Kembang Batu
Penulis : Eza Thabry Husano
Cetakan : 1, 2008
Penerbit : Tahura Media, Banjarmasin & Komunitas MGR, Banjarbaru.
Tebal : 144 halaman (99 judul puisi)
Editor  : Dewa Pahuluan
Sketsa wajah : D. Zawawi Imron
Desain sampul : Hery S
ISBN : 978-979-17562-5-9


Beberapa pilihan puisi Eza Thabry Husano dalam Lelaki Kembang Batu


Elegi Musim

menangkis tusukan cinta yang tak bersih.  Musim amis
aku membasuh sayap mimpi di karat sunyi.

kau peluk habis musim bergaun airmata
aku berjuntai damai menaksir maut.

kau kehilangan jejak mengemis takdir waktu
aku mengganggang nyala api di tungku batu.

rindu-dendam belum usai mengucapkan narasi cinta
aku melayat puisi untuk matamu yang terluka.

kanan-kiri suara saling menghardik-menusuk
aku menepi melupakan suara dan jarum tusukan.

sebuah lakon tragedi di pentas airmatamu
aku sebuah monumen silam tanpa haru.

penyair musim-penyair pisau belati!
aku tak sedang meludahi perjalanan matahari.

Banjarbaru (2006)

Jumat, 11 Maret 2011

ARLOJI


Data buku kumpulan puisi Arloji

Judul : Arloji
Penulis : Sapardi Djoko Damono
Cetakan : 2009
Penerbit : Editum, Ciputat.
Tebal : tanpa halaman (33 judul puisi)
ISBN : 978-979-19766-8-8


Beberapa pilihan puisi Sapardi Djoko Damono dalam Arloji


Tukang Kebun

Setelah beberapa kali ketukan,
pintu kubuka; rupanya ada tamu
yang, katanya, menjemputku sore hari ini
Apakah aku sudah pernah mengenalnya?

Waktu kutanyakan pergi ke mana,
jawabnya ringkas, “Ke sana, ke samudra raya!”
Ditunjukkannya pula rajah di lengannya:
gambar jangkar, tengkorak, dan kata tak terbaca.

Aku ini tukang kebun tua yang lahir dan dibesarkan
di pedalaman, sepanjang hidup hanya belajar
menghayati rumput, pohon, dan tanah basah,
mengurus pagar dan membersihkan rumah.

Aku tak mampu apa dan bagaimana lagi.
Pandanganku tinggal sejengkal,
dan telingaku? Suaraku sendiri pun tak dikenal.
Tamu itu membelalak ketika kupersilahkan duduk.

Tuhan, aku takut. Tolong tanyakan padanya
siapa gerangan yang telah mengutusnya.

Rabu, 09 Maret 2011

PEWARIS TUNGGAL ISTANA PASIR


Data buku kumpulan puisi Pewaris Tunggal Istana Pasir

Judul : Pewaris Tunggal Istana Pasir
Penulis : M. Nahdiansyah Abdi
Cetakan : 1, Desember 2009
Penerbit : Tahura Media, Banjarmasin.
Tebal : xii + 194 hlm. 13,5 x 20 cm (200 judul puisi)
ISBN : 978-60284140-12-18


Beberapa pilihan puisi M. Nahdiansyah Abdi dalam Pewaris Tunggal Istana Pasir


Ke Dunia Maya Aku kan Kembali*

Di sana gadisku
sendiri  menunggu

Senyumnya sangat, sangat, sangat virtual

Susah untuk tidak rindu!

Ke dunia maya aku kan kembali
menghambur ke pelukan rintih
Serupa burung-burung putih
melesat ke langit bersalju

Gadisku manis seperti ombak yang menanti
Kulempar jauh dayungku, kulubangi jukungku
Gadisku sekait sekelindan dengan ajalku

Tak ada bulan, angin, pacar
Puisi menghilang, kesedihan pelan mencakar
Dan kulunaskan janji pada iseng yang membara ini
Apapun tarohannya, ke dunia maya aku kan kembali

010708

*antara lagu Koes Plus, puisi Chairil, dan lukisan Leonardo da Vinci


Maut

Maut, maut terhampar dalam benakku
Digenangi airmataku
Lumpurnya yang mengendap tercermin di langit
Adam masih di surga, pohon larangan belum berbunga
Tidak juga aku kangen, maaf.

201102

Selasa, 08 Maret 2011

LALU WAKTU


Data buku kumpulan puisi Lalu Waktu

Judul : Lalu Waktu, sajak dalam tiga kumpulan (1985-1994)
Penulis : Radhar Panca Dahana
Cetakan : 1, Mei 1994
Penerbit : Pustaka Firdaus, Jakarta.
Tebal : 129 hlm (60 judul puisi)
Pengantar : Goenawan Mohamad
ISBN : 979-541-056-3


Beberapa pilihan puisi Radhar Panca Dahana dalam Lalu Waktu

Pulang

hujan sedari tadi belum berhenti
kenapa merpati terbang sendiri
kuyup basah tidak perduli
sudah berapa pagi,
tak mau juga ia menepi.
apa yang kau cari?
kabar kekasihkah menyertai
atau sekedar ingin kembali?
tahukah kamu, di sini
seumur hujan ia menanti

1987

Senin, 07 Maret 2011

MUSI YANG MANIS KEKASIHKU


Data buku kumpulan puisi Musi yang Manis Kekasihku

Judul : Musi yang Manis Kekasihku
Penulis : Eko Putra
Cetakan : 1, Mei 2010
Penerbit : Bejana, Bandung.
Tebal : 63 hlm. 14 x 20 cm (50 judul puisi)


Beberapa pilihan puisi Eko Putra dalam Musi yang Manis Kekasihku


Di Danau Ulak Lia

cuaca telah menjadi musim
yang terapung
di antara genangan yang tenang

dan sembilan arah
di setiap akar dan bunga teratai

tak ada lagi
yang dapat kusangsikan
pada mereka yang mengerami telur
atau mungkin seperti berudu

kini dia telah menungguku
lewat batuan cadas
dan pepohonan lapuk di seberang

ini cintaku
dari sesuatu yang dimakan zaman
beserta cuaca

dan langit yang merona

2009

Selasa, 01 Maret 2011

79 PUISI HAJRI


Data buku kumpulan puisi 79 Puisi Hajri

Judul : 79 Puisi Hajri
Penulis : Hajriansyah
Cetakan : 1, Juli 2010
Penerbit : Tahura Media, Banjarmasin.
Tebal : vii + 104 hlm. 14 x 20 cm (79 judul puisi)
Editor : Sandi Firly
Ilustrasi : Agus Trianto BR
ISBN : 978-602-84140-23-4


Beberapa pilihan puisi Hajriansyah dalam 79 Puisi Hajri


Di Awal Mimpi Kita, Tahun ini Tumbuh Daun

Aku petik mimpi ini
Di ujung daun tumbuh daun

Di dalam tanah akar saling berjalin-tangan
Di luar tanah mimpi kita tumbuh lagi

Tanah yang subur
Rumah yang makmur

Di langit ada kembara
Di cakrawala seseorang memanggil kita

“hoi… rumahmu terbakar
Ada sungai di seberang sana!”

Januari, 2010