Pengantar Bulan NOVEMBER 2017

Pengantar Bulan NOVEMBER 2017
Selamat menikmati sepilihan puisi dari 5 buku di atas. Salam Puisi.

Sabtu, 03 Desember 2011

MANUSIA UTAMA


Data buku kumpulan puisi

Judul : Manusia Utama, kumpulan puisi 2006-2011
Penulis : Y. Thendra BP
Cetakan : I, April 2011
Penerbit : Indie Book Corner, Yogyakarta
Tebal : 53 halaman (42 judul puisi)
ISBN : 978-602-9149-07-4                             
Penyunting : Irwan Bajang
Foto sampul : Indrian Koto

 Beberapa pilihan puisi Y. Thendra BP dalam Manusia Utama


Taman Bermain

di taman bermain
merendah angin pada bunga bunga
dua kanak-kanak berkejaran dalam mata
dua kanak-kanak dalam diri bicara

+ kita mau ke mana?
-  ke mana saja asal ada tempat bermain
+ hari sudah petang
-  aku belum mau pulang


Nokturnal

suara mesin dalam kepala
getar dada melintasi negeri malam
cahyamukah mendera kaca jendela kereta?
ada panggilan tak terjawab di telepon genggam

Soni Farid Maulana: PENEGUK SUNYI


Data buku kumpulan puisi

Judul : Peneguk Sunyi, Sajak-sajak 2006-2009
Penulis : Soni Farid Maulana
Cetakan : I, April 2009
Penerbit : PT. Kiblat Buku Utama, Bandung
Tebal : 74 halaman (42 judul puisi)
ISBN : 978-979-3631-85-1
Lukisan sampul : “Lirik Keheningan 2” karya Soni Farid Maulana

Beberapa pilihan puisi Soni Farid Maulana dalam Peneguk Sunyi


SALJU
                                        - untuk Beni Setia

derai salju seluas pandang
dingin angin subuh menyilet tulang
detik jam seakan maut di urat darah
nyawa menggigil di cangkang daging

2007


SONET HUJAN
                                       - untuk Leila S. Chudori

tetapi leila apakah malam ini milik kita?
di langit hanya semata kabut, dan hujan
yang turun kali ini, hujan yang lain
kau dengar risik angin di rumpun ilalang

kau dengar langkah sang ajal di detik jam
kau dengar degup rinduku padamu
ditelan gelombang lautan maha dalam?
di sini malam seperti tilam hitam

membentang entah ke mana, dan hujan
kembali bicara menyapa sunyi pepohonan
menyapu kau dan aku di kabut malam

o angin menyeruak dari arah kuburan
o kebahagiaan hidup yang luput kudekap
bawa aku ke maha sumber cahaya

2008

Jumat, 02 Desember 2011

Isbedy Stiawan ZS: SALAMKU PADA MALAM


 Data buku kumpulan puisi

Judul : Salamku pada Malam
Penulis : Isbedy Stiawan ZS
Cetakan : I, April 2006
Penerbit : Bukupop, Jakarta
Tebal : viii + 63 halaman (51 judul puisi)
ISBN : 979-99943-9-X
Ilustrasi sampul : Isbedy Stiawan ZS


Beberapa pilihan puisi Isbedy Stiawan ZS dalam Salamku pada Malam


Sekelebat bayang

menyusuri pematang
di bawah hujan
di waktu kelam
sekelebat bayang
berlari di depan

lalu tenggelam

dengan sayap zikir
dari kalimat-kalimat langit
melenyapkan diri
sebagai wujud
memburu bayang-bayang
antara ada dan hilang

di gerbang taman
terengkuh bayang
bersalaman:
bercinta

rumputan bergetar
daun-daun terbang
ke langit-Mu lengang
akhir tujuan!

Kamis, 01 Desember 2011

DI JARI MANISMU ADA RINDU


Data buku kumpulan puisi

Judul : Di Jari Manismu Ada Rindu
Penulis : Hamami Adaby
Cetakan : I, Juli 2008
Penerbit : Dewan Kesenian Kota Banjarbaru
Tebal : xv + 108 halaman (100 judul puisi)
                                     ISBN : 979-175623-6                                      
Editor : Ali Syamsudin Arsi
Sketsa sampul : D. Zawawi Imron
Desain sampul : Hery S

Beberapa pilihan puisi Hamami Adaby dalam Di Jari Manismu Ada Rindu


Malam di Malioboro
Bambang Widiatmoko

Sepanjang Malioboro kugendong souvenir adinda
kalung putih mas kurangkai leher jenjang
di luar duga kutelusuri bibirnya
aku mencintaimu sayang

Di alun-alun sekatenan, turis dan seniman
Malioboro emper toko gudeg lesehan
pengamen menyanyi memetik rona malam
di antara galaunya kota kehidupan
lembut perangai alun gamelan


Di Jari Manismu Ada Rindu

Kurangkai kata agar jadi sajak berkalung
kurangkai bait-baitnya agar hati menyatu
yang menulis cincin tunangan
di jari manismu ada rindu

Kekasih, seperti indah purnama matamu
kurengkuh angin kalau kabar bahagia
tapi dari pintu belakang tak ada suara
terasa lama denyut nadi membeban
sepotong bulan
sedang tirai pelaminan masih
menyimpan sepi

Adinda, gunung dikejar tetap menanti
di sini, di bukit batu kita tulis prasasti
tanda cinta kita bersemi

Banjarbaru, 30 Sept 07

PERCAKAPAN HAWA DAN MARIA


Data buku kumpulan puisi

Judul : Percakapan Hawa dan Maria
Penulis : Rayani Sriwidodo
Cetakan : I, Desember 1988
Penerbit : Pustaka Karya Grafika, Jakarta
Tebal : 61 halaman (1 puisi panjang)
Desain kulit : Sriwidodo
Tinjauan : A.A. Navis (Hawa dan Maria dalam Lumpur Kebudayaan Patriarki), Dick Hartoko (Eva menjadi Ave), Wilson Nadeak (Hawa dan Maria Dipandang dari Segi Teologi dan Peranannya dalam Hidup Manusia)

Petikan puisi Rayani Sriwidodo dalam  Percakapan Hawa dan Maria

Percakapan Hawa dan Maria

Tangkaplah cahaya dari Timur
yang tak hanya menerangi sekelompok gua
perkampungan orang-orang tertutup

Tangkaplah cahaya dari Timur
saat sebelum meleleh jadi kurun-kurun peradaban
yang telah membelukar dengan kegelapan
yang ditimbulkan bayang-bayangnya sendiri
dalam satu perut kemanusiawian yang rakus

Bukan kabar gembira, hanya cahaya
menerobos kata sejuta ayat dari sekian Alkitab
saat lebur kita
dalam cipta tunggal-Nya
: Sang Manusia
  dengan piramid naluriahnya :
                
               demi .........
benci                                                                  cinta




       





      


kafilah dari seperjalanan abadi di pusar hasrat
sang pendaki piramid yang terjerat

Sementara bumi berbungkus kelam kabut
pada hari pertama penciptaan
sebelum menggeriapi jagad
yang dalam jebak rajutan dosa awal
yang memberi sandang
dari ketelanjangan hampa arti
dari sekedar anak bawang surgawi

Jumat, 11 November 2011

LANGKAH


Data buku kumpulan puisi

Judul : Langkah
Penulis : Andi Amrullah
Cetakan : I, 2005
Penerbit : Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel
Tebal : xix + 155 halaman (91 judul puisi)
ISBN : 978-3381-00-0
Penyunting : Y.S. Agus Suseno
Ilustrasi Sampul : Aswin Noor
Penata letak : Maman S. Tawie

Beberapa pilihan puisi Andi Amrullah dalam Langkah

Di Frankfurt

mengelilingi kota
mata membelalak
di etalase
boneka hidup mengedipkan mata
di atas kepala kubaca namanya:
anita
di bawah kakinya sepotong harga
500 deusche mark

masihkan aku ada di sini
bersandar pada sepotong pribadi
ketika mengitari frankfurt yang perkasa
kutatap parasku di kaca jendela
masih kulihat kerut-kerut dahi Indonesia
masih kulihat sekulum senyum Indonesia
tetapi ketika kulihat jejakku
di sepanjang manheimer strasse

masih juga melintas tanda tanya yang menggoda
masihkah aku, aku adanya?

Frankfurt, 1979


Sabtu, 05 November 2011

MEDITASI RINDU


Data buku kumpulan puisi

Judul : Meditasi Rindu
Penulis : Micky Hidayat
Cetakan : I, Desember 2008
Penerbit : Tahura Media, Banjarmasin
Tebal : xvi + 200 halaman (108 judul puisi)
ISBN : 978-602-84140-0-5
Pengantar : Sepi, Luka, Cinta dan Meditasi Rindu Micky Hidayat (Agus R. Sarjono)


Beberapa pilihan puisi Micky Hidayat dalam Meditasi Rindu

Sajak Untukmu

bila kuseru-seru namamu dalam setiap rinduku
adalah rinduku yang mengharap kehadiranmu

bila kurindu-rindu dirimu dalam setiap sepiku
adalah kesepianku ingin selalu bersamamu

bila sepi jadi pisau menikam dan melukaiku
adalah ketidakberdayaanku di hadapanmu

bila lukaku meneteskan darah di batu
adalah kekerasan hatiku mencintaimu

bila ternyata kau tak mencintaiku
aku tetap menulis sajak-sajak untukmu

                                                               1980


Kamis, 03 November 2011

MALAM CINTA

-->

Data buku kumpulan puisi

Judul  : Malam Cinta
Penulis : Wayan Sunarta
Cetakan : I, Desember 2007
Penerbit : Bukupop, Jakarta
Tebal : viii + 104 halaman (85 judul puisi)
ISBN : 978-979-1012-22-5
Prolog : Puisi, Ular Kundalini dalam Diri (Wayan Sunarta)


Beberapa pilihan puisi Wayan “Jengki” Sunarta dalam Malam Cinta

Bali, Beri Kami Rumah

mereka bicara hal yang sia-sia
tak sadar malam mengepungnya
malam adalah hutan keramat
yang menyungkup jantung kita

sebongkah tengkorak purba
telah kau siapkan di depan altar tua
mari sempurnakan perjamuan
sebelum hutan, sawah dan kebun kita
jadi isi ensiklopedia dunia

“bali...bali...bali
beri kami rumah agar kami bisa kembali!”

pembawa warta letih
sejenak minum dari alas daun
kabar dari jauh
mengelupas selapis demi selapis
kulit dalam jiwa kita


Laron

tuhan, sampai kapan kau
meminjami aku sayap?

Selasa, 01 November 2011

LAGU CINTA PARA PENDOSA


Data buku kumpulan puisi


Judul : Lagu Cinta Para Pendosa
Penulis : Zaim Rofiqi
Cetakan : I, Mei 2009
Penerbit : Pustaka Alvabet, Jakarta
Tebal : xii + 116 halaman (46 judul puisi)
ISBN : 978-979-3064-77-2
Catatan pembaca : Tentang tanpa Batas: Sajak-sajak Zaim Rofiqi (Goenawan Mohamad)


Beberapa pilihan puisi Zaim Rofiqi dalam Lagu Cinta Para Pendosa

Kota

Bersandar pada senja gerah
cuaca tak bertuah

Di kota ini
udara menyusutkan diri
seperti racun
membuat mata rabun

barangkali tak perlu sepenuhnya terjaga
seperti ganja
hanya menunduk
dan pelan, pelan
masuk ke dalam ingatan

tapi di kota ini ingatan sebatas papan iklan
buram, berderet tak beraturan
kusam, dihantam bara siang
beku malam

dan yang ia lihat cuma cakrawala kosong
seperti mulut raksasa
perlahan mengisap
apa saja

dan di sudut itu
puing-puing
reruntuhan bangunan
seperti taring
kala

esok tak katakan apa-apa
tak menjanjikan apa-apa
dan barangkali, kini ia sudah tak percaya:

suatu hari ia akan jadi malaikat
yang terbang hikmat
yang melihat dan hanya melihat
dari pucuk-pucuk menara
tanpa bangga

Jakarta 2005

Jumat, 14 Oktober 2011

WEKWEKWEK


Data buku kumpulan puisi

Judul : Wekwekwek: Sajak-sajak Bumilangit
Penulis : K.H. A. Mustofa Bisri
Cetakan : I, 1996
Penerbit : Risalah Gusti, Surabaya
Tebal : xiv + 76 halaman (31 judul puisi)
ISBN : 979-556-103-0
Disain Sampul : Amir Kiah


Beberapa pilihan puisi K.H. A. Mustofa Bisri dalam Wekwekwek


 Sajak Cinta

cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya
cinta romeo kepada juliet, si majnun qais kepada laila
belum apa-apa
temu-pisah kita lebih bermakna
dibanding temu-pisah yusuf dan zulaikha
rindu-dendam kita melebihi rindu dendam adam hawa

aku adalah ombak samuderamu
yang lari-datang bagimu
hujan yang berkilat dan berguruh mendungmu

aku adalah wangi bungamu
luka berdarah-darah durimu
semilir sampai badai anginmu

aku adalah kicau burungmu
kabut puncak gunungmu
tuah tenungmu

aku adalah titik-titik hurufmu
huruf-huruf katamu
kata-kata maknamu

aku adalah sinar silau panas
dan bayang-bayang hangat mentarimu
bumi pasrah langitmu

aku adalah jasad ruhmu
fayakun kunmu
aku adalah a-k-u
k-a-u
mu

Rembang, 30.9.1995


Jumat, 07 Oktober 2011

CIUMAN HUJAN


Data buku kumpulan puisi

Judul : Ciuman Hujan, Seratus Soneta Cinta
Penulis : Pablo Neruda
Cetakan : I, 2009
Penerbit : Penerbit Madah, Yogyakarta kerjasama dengan Parikesit Institute dan Interlude
Tebal : vi + 128 halaman (100 judul puisi)
ISBN : 978-979-19797-0-2
Judul asal : Cien Soetos de Amor, yang kemudian diterjemahkan dari bahasa Spanyol ke Bahasa Inggris oleh Stephen Tapscott menjadi 100 Love Sonnets
Penerjemah ke Bahasa Indonesia : Tia Setiadi
Editor : Agus Manaji dan Sukandar


Kepada Matilde Urrutia
Istriku tercinta, aku menderita selagi aku menuliskan “soneta-soneta” tak bernama ini; mereka melukaiku dan membuatku lara, namun kebahagiaan yang kurasakan dalam mempersembahkannya kepadamu sungguh maha luas bagaikan sabana....

Beberapa pilihan puisi/soneta Pablo Neruda dalam Ciuman Hujan

XLVIII

Sepasang kekasih yang bahagia membuat sebuah roti,
satu rembulan gugur di rerumputan
Ketika berjalan, mereka melemparkan sepasang bebayang yang mengalir bersama;
ketika bangun, mereka meninggalkan satu surya yang suwung di ranjangnya.

Dari segala kebenaran yang mungkin, mereka memilih hari itu;
mereka menggenggamnya, bukan dengan tali tapi dengan satu aroma.
Mereka tidak merobek kedamaian, tidak pula meremukkan kata-kata
kebahagiaan mereka adalah menara yang tembus pandang

Udara dan anggur menemani sepasang kekasih yang bahagia itu.
Malam memberi kesenangan dengan kelopak-kelopaknya yang riang.
Mereka punya hak atas semua bunga anyelir.

Sepasang kekasih yang bahagia, tanpa suatu akhir, tanpa kematian,
mereka lahir, mereka mati, berkali-kali selagi mereka hidup:
mereka memiliki kekekalan hidup yang alamiah.

Rabu, 05 Oktober 2011

Asep Sambodja: KUSAMPIRKAN CINTAKU DI JEMURAN


Data buku kumpulan puisi

Judul : Kusampirkan Cintaku di Jemuran
Penulis : Asep Sambodja
Cetakan : I, 2006
Penerbit : Bukupop, Jakarta
Tebal : vii + 76 halaman (72 judul puisi)
ISBN : 979-99943-7-3


Beberapa pilihan puisi Asep Sambodja dalam Kusampirkan Cintaku di Jemuran

Aku Tahu Siapa Kau

hakikat manusia adalah kata

kalau kamu bilang: kerjakan!
berarti kau majikan
kalau kamu bilang: ya, tuan
berarti kau pelayan

kalau kamu bilang: palingkan!
berarti kau juragan
kalau aku bilang: Tidak
lalu kau mau apa


Bukan Puisi Cinta

semua penyair turun ke jalan
membela nasib sebuah sajak
yang dikebiri

tapi sajak ini hanya ada
di hati seorang gadis lugu
yang menahan rintih
di kamar tuannya