Pengantar Bulan Desember 2016

Pengantar Bulan Desember 2016
Bulan Desember 2016, menyapa kita sepilihan puisi dari 7 buku di atas. Salam Puisi.

Senin, 04 Mei 2015

KUKENAL KAU LEWAT MALAM


Data buku kumpulan puisi

Judul : Kukenal Kau Lewat Malam
Penulis : Yunis Kartika
Cetakan : I, Januari 2005
Penerbit : bukupop, Jakarta.
Tebal : vii + 64 halaman (62 puisi); 10,5 x 15,7 cm
ISBN : 979-99943-2-2
Perwajahan : Radite C. Baskoro
Gambar sampul: Legito

Beberapa pilihan puisi Yunis Kartika dalam Kukenal Kau Lewat Malam

Teratai

teratai mengapung sendiri di telaga
seperti aku,
sendiri menikmati dini hari
dalam gelapnya kamar ini


Tunggu

sayang,
aku akan tiba di kota biru

sebelum pagi habis
meluncur di ujung gelas kopimu



Damai Untukmu

demi petikan lembut jemari para peri
demi lantunan merdu doa dan puji
para penghuni tertinggi
demi malaikat yang suci
dan demi-mu

aku memohon pada Sang Maha
surga damai lestari malam
membawamu pada mimpi surgawi


Rasa

ia ada
hadir
tak teraba


Perjanjian

senja cemas
sayang, kita sudah berjanji pada kematian

ucapkan selamat tinggal
tepat saat surya terbenam

dan desah napasmu
adalah tanda perpisahan


Abstraksi

kutemukan kata-kata tak tertulis
ketenangan dengan gambar tak terlukis
bersama ruang dan waktu


Mengapa

mengapa menunggu
luka tertanam dalam
padahal hidup begitu singkat
bisa jadi hanya ikatan seutas tali kecil
yang meneropong seluruh perjalanan
adakah kita bahagia karenanya?


Sandiwara

mengapa manusia
berkata apa yang tidak dikatakan?
melakukan yang tidak ingin dilakukan?

barangkali itulah sebab
shakespeare bersabda:
“dunia ini panggung sandiwara”


Dan Kau Buat Aku

seperti anak kecil
aku tertawa
sedikit menggila!
kau bikin aku jungkir balik

gelisah;
terperangkap khayalan tentangmu
sendiri, bahagia di dunia imajinasi

aku mabuk; tak apa…
ku rahmati kau yang memberiku maha rasa
kehadiranmu lebih dari tiket nonton gratis
lebih dari voucher belanja
lebih dari doorprize
lebih dari undian berhadiah
lebih dari sale up to 70%
lebih dan lebih dari…

hanya dua kata”miliki aku”
sebab…kau nirwanaku


Tembang Abu

kau kirim puluhan tembang
katamu, itulah aku

dengan kabut di sekelilingnya
dengan jiwa yang rapuh
tergolek lemah, di sudut ruang tergelap
menarikku dari mimpi buruk tak berkesudahan
membimbing dari ketersesatan

aku memang mudah terlena
juga mudah percaya
ketika kudapati, kau cuma bayangan!


Kukenal Kau Lewat Malam

kudengar suaranya merayapi malam
merangkak
menemani setiap pengidap insomnia
bagaikan partikel malam
berkhayal
bermimpi dalam pengembaraan malam


Senja Buatmu

senja di atas kertas
kutulis buatmu
di antara dindingdinding ruang kamar
bercat coklat keperakan
senja dari belakang gelas jendela
abadi dalam diriku


Perpisahan Senja

senja kian redup
setitik cahaya jatuh di atas selembar daun
apakah senja berarti perpisahan?
seperti meninggalkan bumi dengan enggan?
dalam sergap rasa suram?


Di Sepi Senja

matahari terbenam separuh
lautan jingga
angin berkesiur
merubah bayangmu jadi beribu-ribu
di sepi senja ini


Bagimu yang Sendu

aku duduk di sesorean
ditemani senja di beranda
sambil menghangatkan kaki
dan secangkir teh manis
di mana kamu?
sekarang saatnya pulang


Tentang Yunis Kartika
Yunis Kartika lahir di Bandung, 6 Juni 1979. Sarjana Seni lulusan Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung. Merupakan pekerja teater, baik sebagai pemain, sutradara, penulis naskah, maupun tim produksi. Pernah bergabung dengan Teater Payung Hitam dan Laskar Panggung Bandung. Kukenal Kau Lewat Malam (2005) meruapakan kumpulan puisi pertamanya.


Catatan Lain

Buku mungil dengan puisi-puisi yang “mungil” pula. Tak banyak ditemukan puisi yang panjang dan rumit. Hanya ditemukan 1 puisi yang memakan 2 halaman, yaitu yang berjudul ‘amarah’, tapi kukira hanya 1 + 1/5 halaman saja. Biodata ditulis di sampul belakang. Adapun di bagian belakang, mempromosikan buku-buku terbitan Wedatama Widya Sastra yang lain, ada 8 buku puisi dan 1 buku cerpen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar