Pengantar Bulan OKTOBER 2017

Pengantar Bulan OKTOBER 2017
Selamat menikmati sepilihan puisi dari 5 buku di atas. Salam Puisi.

Rabu, 05 Oktober 2011

KUSAMPIRKAN CINTAKU DI JEMURAN


Data buku kumpulan puisi

Judul : Kusampirkan Cintaku di Jemuran
Penulis : Asep Sambodja
Cetakan : I, 2006
Penerbit : Bukupop, Jakarta
Tebal : vii + 76 halaman (72 judul puisi)
ISBN : 979-99943-7-3


Beberapa pilihan puisi Asep Sambodja dalam Kusampirkan Cintaku di Jemuran

Aku Tahu Siapa Kau

hakikat manusia adalah kata

kalau kamu bilang: kerjakan!
berarti kau majikan
kalau kamu bilang: ya, tuan
berarti kau pelayan

kalau kamu bilang: palingkan!
berarti kau juragan
kalau aku bilang: Tidak
lalu kau mau apa


Bukan Puisi Cinta

semua penyair turun ke jalan
membela nasib sebuah sajak
yang dikebiri

tapi sajak ini hanya ada
di hati seorang gadis lugu
yang menahan rintih
di kamar tuannya



Di Masjid Besar

apakah bunga
bila tiada harum

apakah tiram
tanpa mutiara di dalamnya

apakah aku
tanpa Kau dalam getar nadiku


Tentang Wanita

wanita itu, katanya, seperti puisi
yang tak pernah jadi


Mengenang Kemiskinan

teman setiaku adalah lapar
hidup cuma sekedar bayang-bayang
tak tahu mau berbuat apa
mau ke mana

yang sudi menemaniku hanyalah lapar
seperti orang bodoh menerima dengan diam
tanpa pemberontakan
tanpa keberanian

karena aku lapar
aku benci kekuasaan
yang melebarkan jurang
antara aku dan orang-orang kenyang

ini adalah hari pangan sedunia
rayakanlah saudara-saudara, rayakanlah
aku tak bisa beserta kalian
sebab sampai sekarang aku belum makan


Pantai Kuta yang Perawan

dan ketika matahari hendak beranjak
aku tenggelam dalam sejuta mimpi
yang dibawa oleh deburan ombak
di pantai kuta yang perawan

antara laut dan kaki langit
tampak terpaut dalam pandangku
tapi jangan kau percayai mimpiku
aku pun ragu

dengan segala kesombonganku
aku kencingi kuta
karena ia hanya memberiku impian
bahkan telanjang wanita bule seperti mainan


Sajak tentang Kau

sudah kutuliskan sajak tentang Kau tak ada
tapi Kau hamparkan buih laut itu ke pantai
saat aku berpaling hendak pulang entah ke mana
kini kuterpaku memandang lagu ombakMu
yang bertalu-talu membunuh sepiku

akan kubacakan sajak tentang Kau tak ada
tapi kau padamkan nyala api jiwaku
hingga kudengar gemuruh suaraMu
menggilas angan-anganku pada fatamorgana
yang berkata tentang Kau tak ada

kubakar habis sajak tentang Kau tak ada
tapi Kau beri gerimis, Kau semaikan bunga-bunga


Tentang Asep Sambodja
Asep Sambodja lahir di Sala, 15 September 1967. lulus dari Jurusan Sastra Indonesia FSUI tahun 1993, dengan judul skripsi “Parikesit, Interlude, dan Asmaradana: Telaah Isi Sajak-Sajak Goenawan Mohamad”. Kumpulan puisinya antara lain, Menjelma Rahwana (Komunitas Bambu, Jakarta, 1999), Kusampirkan Cintaku di Jemuran (2006), Ballada Para Nabi (Bukupop, Jakarta, 2007). Saat catatan ini ditulis, Asep Sambodja telah tidak berada di dunia fana ini lagi. Semoga dosa-dosanya diampuni dan almarhum beroleh tempat yang layak di sisiNya.

Catatan Lain
Saya beli buku ini di TB. Karisma Banjarbaru, seharga Rp.14.900,-, pada Jumat, 15 April 2011.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar