Tampilkan postingan dengan label Ariffin Noor Hasby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ariffin Noor Hasby. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Desember 2015

Ariffin Noor Hasby: SALAWAT LAUT




Data buku kumpulan puisi

Judul : Salawat Laut
Penulis : Ariffin Noor Hasby
Cetakan : I, 2013
Penerbit : Pustaka Banua, Banjarmasin.
Tebal : xvi + 72 halaman (60 puisi)
ISBN : 978-602-986490-9
Tata letak : Qonita
Desain sampul : Dayyina
Pengantar : Tajuddin Noor Ganie

Beberapa pilihan puisi Ariffin Noor Hasby dalam Salawat Laut

Aku Melihat Mesjid Berangkat Tua

Aku melihat masjid berangkat tua
seperti diriku
di menaranya beribu suara adzan
memanggil gedung-gedung pencakar langit
yang terlelap menunggu kabar manusia

Orang-orang termangu di antara jejak
yang ditinggalkannya di pinggir malam
aku baca di dalamnya ada remukan-remukan hatimu
yang pernah berniat mengalahkan dunia
tapi tak pernah mampu:

Adakah kau pernah melihat dirimu berangkat tua
seperti masjid yang selalu mengajarkan kepadaku
janji sebuah waktu

Banjarbaru, Oktober 1995

Senin, 06 Januari 2014

Ariffin Noor Hasby: KOTA YANG BERSIUL




Data Buku Kumpulan Puisi

Judul : Kota yang Bersiul
Penulis : Ariffin Noor Hasby
Cetakan : I, Juli 2012
Penerbit : Tuas Media, Kertak Hanyar, Kalimantan Selatan.
Tebal : xviii + 90 halaman (85 puisi)
ISBN : 978-602-7514-15-7
Editor / Desain Isi : Zurriyati Rosyidah
Desain cover : Dian Arlika
Ilustrasi sampul : Ananda Perdana Anwar
Desain sampul : Tim Tuas Media
Pengantar : Tajuddin Noor Ganie

Beberapa pilihan puisi Ariffin Noor Hasby dalam Kota yang Bersiul

Kenangan Biru Kepada Guru

siapakah mereka
yang membalikkan mimpi-mimpi bocah
di dinding-dinding sekolah
dan menatap langkah-langkah kecil
di tiap pelataran negeri ini:
aku sangat merindukan mereka
ingin menganggukkan kepala
sebagai tanda hormat padanya

di tengah belantara, kudengar sayup
anak pedalaman selalu memanggil mereka
dengan suara lantang dan bangga
bahkan di sepanjang lautan
suara penuh harap
seakan mendekap batu karang
dan menggemakan lagu masa depan

dari setiap rumah tangga
pernah kutangkap percakapan
tentang orang-orang memberi salam
kepada mereka
sepanjang jalan cita-cita!