Data
buku kumpulan puisi
Judul : Sajak-sajak Menjelang Tidur
Penulis
: Wendoko
Cetakan : I, Mei 2008
Penerbit : Banana, Jakarta
Tebal : viii + 72 halaman (40 puisi)
ISBN : 978-979-1079-17-4
Sampul : Principia Wardhani
Foto Sampul : Yessie
Sepilihan puisi Wendoko dalam Sajak-sajak Menjelang Tidur
DONGENG SEBELUM TIDUR (03)
Kuil itu adalah pecahan
cahaya. Kau akan melihatnya
setelah mendaki Lereng Timur Pegunungan Hua, saat matahari
membenam. Berjalanlah ke utara menyusur deretan hutan
kembang, sebelum kautemukan gapura bertuliskan yin-yang itu—
yang selalu kau sebut dalam tidurmu.
Kata orang, dulu dewa-dewa
berpesta di situ, dengan
berkeranjang buah, musik dan tarian. Menjelang subuh mereka
kembali ke langit – menyisakan suara dan bau-bauan yang gaib.
Barangkali, saat cuaca berkabut, kau akan melihat atap
keperakan, pilar batu yu dan lantai marmer yang kemilau dalam
warna bulan. Atau samar-samar kaudengar suara ku-chen, bhi-pa
dan nyanyian itu – yang sia-sia kautangkap maknanya.
Lalu, saat fajar, bidadari
turun ke bumi. Gaunnya
menebarkan embun dan sepasang kakinya menari di atas kabut.
Kau tahu, embun juga memercik ke kolam samping kuil itu –
yang kata orang adalah air mata Peri Biru, sebelum terpisah dari
kekasihnya karena takdir dewa-dewa. Tetapi tak ada yang
kautemukan di situ, kecuali bening air yang mengaca ke dasar
kolam dan memantulkan langit – dengan gugusan awan dan
cahaya-cahaya.
Barangkali saja.
