Data Buku Kumpulan
Puisi
Judul : Malam Sekopi Sunyi
Penulis : Ekohm Abiyasa
Penerbit : Mozaik Indie Publisher, Malang, Jawa Timur
Penerbit : Mozaik Indie Publisher, Malang, Jawa Timur
Cetakan : I, April 2013
Tebal : 102 hlm, (60 puisi)
ISBN: 978-602-17659-9-9
Tebal : 102 hlm, (60 puisi)
ISBN: 978-602-17659-9-9
Layout dan Desain sampul : Yudhi
Herwibowo
Gambar : Lucia Dwi Elvira
Gambar : Lucia Dwi Elvira
Pengantar : Ihwan Hariyanto
Beberapa pilihan puisi Ekohm
Abiyasa dalam Malam Sekopi Sunyi
Malam
kopi, hujan, puisi dan mantra ajaib
menuju malam yang ghaib
Jakal KM 14 Yogyakarta, 03 November 2012
kopi, hujan, puisi dan mantra ajaib
menuju malam yang ghaib
Jakal KM 14 Yogyakarta, 03 November 2012
Sekopi
sehitam kopi menjamahi malam
menuju kopi rindu yang hitam
Ruang Maya, 07 Juni 2012
Sunyi
sunyi tak beratur ini
sepertinya masih ingin mempermainkanku saja
aku ingin membunuhnya
sekali saja
menuju kesunyian abadi
Karanganyar-Solo, 24 April 2009
sunyi tak beratur ini
sepertinya masih ingin mempermainkanku saja
aku ingin membunuhnya
sekali saja
menuju kesunyian abadi
Karanganyar-Solo, 24 April 2009
Sepi Selalu Tahu
Cara Mendengungkan Puisi
: Lucia Dwi Elvira
puisi selalu tahu cara mengobarkan sepi, katamu
hujan yang bersendawa
menguliti rindu berkeping
di antara kesunyian mata kita
jiwa-jiwa terkikis beralaskan hening
dan datanglah para perangkai kata-kata, katamu
penabur sunyi
paling puisi
sepiku adalah sepimu
rinduku adalah rindumu
di gigir rona jingga berpadu
meruntuhkan dingin rindu beku
selama kita hening menuju
pada getir malam yang semakin mengendapkan ruang semu
puisi selalu tahu cara mengobarkan sepi, katamu
sepi selalu tahu cara mendengungkan puisi, kataku
Ruang Maya,Jakal KM 14 Yogyakarta, 24 Oktober 2012
: Lucia Dwi Elvira
puisi selalu tahu cara mengobarkan sepi, katamu
hujan yang bersendawa
menguliti rindu berkeping
di antara kesunyian mata kita
jiwa-jiwa terkikis beralaskan hening
dan datanglah para perangkai kata-kata, katamu
penabur sunyi
paling puisi
sepiku adalah sepimu
rinduku adalah rindumu
di gigir rona jingga berpadu
meruntuhkan dingin rindu beku
selama kita hening menuju
pada getir malam yang semakin mengendapkan ruang semu
puisi selalu tahu cara mengobarkan sepi, katamu
sepi selalu tahu cara mendengungkan puisi, kataku
Ruang Maya,Jakal KM 14 Yogyakarta, 24 Oktober 2012
