Tampilkan postingan dengan label Korrie Layun Rampan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korrie Layun Rampan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2016

Korrie Layun Rampan: DAYAK! DAYAK! DI MANAKAH KAMU?




Data buku kumpulan puisi

Judul : Dayak! Dayak! Di manakah Kamu?
Penulis : Korrie Layun Rampan
Cetakan : I, November 2014
Penerbit : Yrama Widya, Bandung
Tebal : vi + 210 halaman (101 puisi)
ISBN : 978-602-277-735-9
Ilustrasi cover : Ade Mulyana & Dinni Tresnadewi
Lay out : Tito
Montase : Erna Rosmayanti

Kebanyakan dari puisi ini sesungguhnya merupakan lirik-lirik slogan. Emosi, pikiran, tema, dan imaji-imaji yang dominan muncul di dalamnya adalah nuansa ke-dayak-an. Saya menulisnya dalam gelap karena mata saya tak bisa melihat sejak Agustus 2012 yang lalu. (Sepatah Kata Penyair, hlm vi).

Beberapa pilihan puisi Korrie Layun Rampan dalam Dayak! Dayak! Di manakah Kamu?

Tumbang Anoi 1894

Musim menuba
Hutan belantara
Kabut yang mengisahkan ngayau
Negeri Dayak zaman ke zaman

“Hentikan mengayau,” seru suara tua
Suara temenggung. “Headhunting itu bala!”
Lanjutnya. “Juga perbudakan,” katanya lagi
“Harus dihapuskan!”

Tumbang Anoi 1894
Waktunya hangat dalam purba
Sebanyak 223 masalah Dayak dihakimkan
Dan 152 persoalan dapat diselesaikan
Dalam tempo 18 hari saja

“Ramainya orang,” kata pendatang Kahayan
Melihat Kapuas, Barito  Hulu, dan Katingan
Menyemut di antara Malawi dan Sintang
“Orang-orang diundang Damang Batu
Semuanya berkomitmen mendirikan kebajikan!”
Perjanjian itu mencatatkan tujuannya!

“Tumbang Anoi! Tumbang Anoi!” seru suara kini
Bergema di telinga massa
Apakah inti nurani
Penjaga legenda memakluminya?

Inilah lambang
Inilah tambang intan permata
Inilah juang
Bersatu dalam napas Dayak tak alang kepalang!

Palangka Raya, 30/8/2013

Minggu, 05 April 2015

Korrie Layun Rampan: SUARA KESUNYIAN




Data buku kumpulan puisi

Judul : Suara Kesunyian
Penulis : Korrie Layun Rampan
Cetakan : I, 1981
Penerbitan khusus : Budaya Jaya & Dewan Kesenian Jakarta, Jakarta
Dicetak : Mitra Srangenge, Bandung
Tebal : 92 halaman (75 judul puisi)
Gambar jilid : Nana Banna

Suara Kesunyian terbagi atas 3 (tiga) bagian, yaitu Lagu Impian (29 puisi), Lagu Bathin (16) puisi dan Wajah Puisi (30 puisi).

Beberapa pilihan puisi Korrie Layun Rampan dalam Suara Kesunyian

Bertahan Kita dalam Ayunan Waktu

Terayun kita dalam saat, dalam terban hari
Dingin pun memekat, membasuh jasmani
Sejuta makna terlepas dari jari, raib
Menghunjam khayalmu ke wilayah ajaib

Pekik gema pun menampar ruang, rintih yang sedih
Tikaman mata belati, sayap-sayap Kasih
Engkau membayang di hati, pijaran Kata-Kata salih
Menyadarkan kita dari mimpi tidur yang letih

Bertahan kita dalam ayunan Waktu, menganyam duka Kasih
Berjalan dalam luka hari. Dalam kibaran dendam rindu

(1975)

Sabtu, 13 April 2013

Korrie Layun Rampan: UPACARA BULAN




Data buku kumpulan puisi

Judul : Upacara Bulan
Penulis  : Korrie Layun Rampan
Cetakan : I, 2007
Penerbit : bukupop, Jakarta.
Tebal : xviii + 127 halaman (101 judul puisi)
ISBN : 978-979-1012-17-1

Beberapa pilihan puisi Korrie Layun Rampan dalam Upacara Bulan

Aku Memilih

Aku memilih tanah
Tapi ayahku berang
Ia memberiku sungai,
“Datangi sumbernya di udik sana,
Yang mancur di antara akar dan batu-batu.”

Aku memilih arus
Tapi abang memberiku air
“Ikuti arusnya sampai muara,”
Suaranya menghentak jiwa.

Aku ragu saat kudengar suara ibu
Yang mana harus kupilih
Muara atau sumbernya.
“Kau harus pilih kehidupan,”
ibuku tersenyum sambil meraba cahaya harapan

Aku gagu melangkah di antara tasik dan pegunungan
Di manakah kehidupan?
Adikku berseru, “Kau harus pilih hati dan cinta
Sumber segala cahaya.”

Di antara enggan dan keinginan
Aku bertanya rumah cinta
Di mana?

“Yang bersih hanya kasih,”
Kakekku berkata menunjukkan benih
Aku tengadahkan dada
“Di sini?” aku menunjukkan kepala

“Bahagia selalu ada di dalam sepi dan ramai,”
Nenekku menimpali sambil membersihkan kuali
Adakah kehidupan berbiak di antara tungku
Di dasar nyala api?

Aku menyusuri segala mula jadi
Fajar di kaki: di mataku jalan panjang sekali!

Rabu, 03 Agustus 2011

Korrie Layun Rampan: MATA KEKASIH


Data buku kumpulan puisi

Judul : Mata Kekasih
Penulis : Korrie Layun Rampan
Cetakan : I, April 2008
Penerbit : Bukupop, Jakarta
Tebal : 116 halaman (100 judul puisi)
ISBN : 978-979-1012-28-7


Beberapa pilihan puisi Korrie Layun Rampan dalam Mata Kekasih


Mata

isyarat yang menikam jantung hari
pisau, panah, pedang api firdausi
laut: kolam yang dasar tiada
cahaya yang diam-diam mengintip kita


 Ziarah

telah kutempuh ziarahku setiap waktu
antara pulau kenangan dan jiwa yang bisu
telah kubangun rumah di bibir gelombang dan dada kota
kubangun jembatan antara kebeliaan tua jauhari

hari-hari menepi melawat bersama sauh
siapakah lagi yang mati di sekitar kampung jauh
memanggil bunyian alam dan gong penghabisan
memanggil tangis dan duka yang redam

sebuah legenda mimpi laut
tualang padang akal
kanak-kanak tertawa mengusap mainan mimpi pertama
babak lakon yang bengal

ziarah panjang kekasih sajak
di sini telaga matahari: duniaku terserak!