Data buku kumpulan puisi
Judul : Gendang Pengembara
Penulis : Leon Agusta
Penerbit : Pustaka Eidos
Cetakan : I, Januari 2012
Tebal : x + 235 halaman (173 puisi)
ISBN :
978-979-12442-53-4
Penyunting :
Damhuri Muhammad
Perancang sampul
: Ricky Hayanto
Tata letak :
Hari Ambari
Foto profil :
dm.photowork
Kumpulan puisi Gendang Pengembara terdiri dari 2
bagian, yaitu Dalam Kabut Purba (86 puisi) dan Yang
Selalu Kembali (87 puisi).
Beberapa pilihan puisi Leon Agusta dalam Dalam Kabut
Purba
Kenapa tak Pulang, Sayang?
buat Ibunda
Hijaunya wajah danau kita adalah rindu, sayang
Hijaunya daun-daunan rindunya perawan muda
Bisik-bisik di tepian bila hari naik senja
Kampung kita kian tahun kian lengang
Entahlah. Mana yang pergi tak ada yang pulang
Ke manakah gerangan lajang-lajang kita menghilang
Semarak kampung di rembang petang?
Mereka hilang bersama debu perang saudara
Yang tak pulang ditelan hutan
Yang pulang berterbangan
Anakku bilang: bumi luas tempatku tualang
Rinduku pun kelabu, Ibu
Tapi empedu di kerongkongan
Ibu pun takkan kenal wajahku sekarang
Tak akan ada yang tanyakan anakmu, Ibu
Kalau pun pulang takkan dipinang
Karena kertas kuning, kata-kata yang berjaga
Takkan dikerling karena bukan logam menguning
Di Hari Raya, di hari rindu beralun-alun
Jari Upik, ai, lentiknya memetik inai
Selendangnya lepas terkibas angin, Ibu?
Ah, salamkulah itu.
1962
