Tampilkan postingan dengan label Leon Agusta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Leon Agusta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Oktober 2014

Leon Agusta: GENDANG PENGEMBARA




 Data buku kumpulan puisi

Judul : Gendang Pengembara
Penulis : Leon Agusta
Penerbit : Pustaka Eidos
Cetakan : I, Januari 2012
Tebal : x + 235 halaman (173 puisi)
ISBN : 978-979-12442-53-4
Penyunting : Damhuri Muhammad
Perancang sampul : Ricky Hayanto
Tata letak : Hari Ambari
Foto profil : dm.photowork

Kumpulan puisi Gendang Pengembara terdiri dari 2 bagian, yaitu Dalam Kabut Purba (86 puisi) dan Yang Selalu Kembali (87 puisi).

Beberapa pilihan puisi Leon Agusta dalam Dalam Kabut Purba

Kenapa tak Pulang, Sayang?
buat Ibunda

Hijaunya wajah danau kita adalah rindu, sayang
Hijaunya daun-daunan rindunya perawan muda
Bisik-bisik di tepian bila hari naik senja
Kampung kita kian tahun kian lengang
Entahlah. Mana yang pergi tak ada yang pulang

Ke manakah gerangan lajang-lajang kita menghilang
Semarak kampung di rembang petang?
Mereka hilang bersama debu perang saudara
Yang tak pulang ditelan hutan
Yang pulang berterbangan
Anakku bilang: bumi luas tempatku tualang

Rinduku pun kelabu, Ibu
Tapi empedu di kerongkongan
Ibu pun takkan kenal wajahku sekarang
Tak akan ada yang tanyakan anakmu, Ibu
Kalau pun pulang takkan dipinang
Karena kertas kuning, kata-kata yang berjaga
Takkan dikerling karena bukan logam menguning

Di Hari Raya, di hari rindu beralun-alun
Jari Upik, ai, lentiknya memetik inai
Selendangnya lepas terkibas angin, Ibu?
Ah, salamkulah itu.

1962