Tampilkan postingan dengan label Radhar Panca Dahana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radhar Panca Dahana. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2016

Radhar Panca Dahana: MANUSIA ISTANA




Data buku kumpulan puisi

Judul : Manusia Istana
Penulis : Radhar Panca Dahana
Cetakan : I, Maret 2015
Penerbit : PT Bentang Pustaka, Yogyakarta
Distribusi : Mizan Media Utama
Tebal : xviii + 166 halaman (31 puisi)
ISBN : 978-602-291-047-3
Ilustrasi : Tatang Ramadhan Bouqie
Perancang sampul : Kemalreza Gibran
Penata sampul : Anisa Meilasyari
Pemeriksa aksara : Pritameani
Penata aksara : Martin Buczer

“Aku akhirnya sampai pada kesimpulan, politik adalah hal yang terlalu penting untuk ditinggalkan hanya pada para politisi.” Charles de Gaulle, 1890 – 1970.

Beberapa pilihan puisi Radhar Panca Dahana dalam Manusia Istana

KAMPANYE HARI KE-5

“wahai durga kala
hujani kami dengan ludahmu
pengapkan hidung dengan dusta
dan biar mereka, seratus juta telinga
mendengar: dunia milik mereka!
            bangsa jadi nasibnya
            kuasa adalah tuhannya
            uang untuknya menyerah
            utang seraplah dalam darah”

“rakyatku,
kalian bukan batu terinjak
bukan tanah tandus terbajak
bangkit rakyatku,
lawan pemimpin tipu,
pengempit hartamu,
penjajah palsu dan agama hantu,
sebab semua itu, rakyatku
semua itu … milikku!”

“hahaha … milikku!”

“demi pendiri bangsa ini,
aku bersaksi, kitalah bukti
kedaulatan sampai mati, hati
mengecoh nurani, dan ekonomi
= harga diri.
maka, lihat aku … lihat aku!!!
masa dalam mimpimu, pilihan
tanpa sangsi, penguasa segala
kroni, penyambung lidah korporasi
setia berjanji: makmurlah negeri
kokohlah jati diri, sejati dalam janji
untuk sendiri menanggung upeti
pada pemimpin abadi:
tuan modal bijak bestari.”

“hahaha …”

“pilihlah aku, tak salah lagi.”

Selasa, 08 Maret 2011

Radhar Panca Dahana: LALU WAKTU


Data buku kumpulan puisi Lalu Waktu

Judul : Lalu Waktu, sajak dalam tiga kumpulan (1985-1994)
Penulis : Radhar Panca Dahana
Cetakan : 1, Mei 1994
Penerbit : Pustaka Firdaus, Jakarta.
Tebal : 129 hlm (60 judul puisi)
Pengantar : Goenawan Mohamad
ISBN : 979-541-056-3


Beberapa pilihan puisi Radhar Panca Dahana dalam Lalu Waktu

Pulang

hujan sedari tadi belum berhenti
kenapa merpati terbang sendiri
kuyup basah tidak perduli
sudah berapa pagi,
tak mau juga ia menepi.
apa yang kau cari?
kabar kekasihkah menyertai
atau sekedar ingin kembali?
tahukah kamu, di sini
seumur hujan ia menanti

1987