Data buku kumpulan puisi
Judul : Manusia Istana
Penulis : Radhar Panca Dahana
Cetakan : I, Maret 2015
Penerbit : PT Bentang
Pustaka, Yogyakarta
Distribusi : Mizan Media
Utama
Tebal : xviii + 166 halaman
(31 puisi)
ISBN : 978-602-291-047-3
Ilustrasi : Tatang Ramadhan
Bouqie
Perancang sampul :
Kemalreza Gibran
Penata sampul : Anisa
Meilasyari
Pemeriksa aksara :
Pritameani
Penata aksara : Martin
Buczer
“Aku akhirnya sampai pada
kesimpulan, politik adalah hal yang terlalu penting untuk ditinggalkan hanya
pada para politisi.” Charles de Gaulle, 1890 – 1970.
Beberapa pilihan puisi Radhar Panca Dahana dalam Manusia
Istana
KAMPANYE HARI KE-5
“wahai durga kala
hujani kami dengan ludahmu
pengapkan hidung dengan dusta
dan biar mereka, seratus juta telinga
mendengar: dunia milik mereka!
bangsa
jadi nasibnya
kuasa
adalah tuhannya
uang
untuknya menyerah
utang
seraplah dalam darah”
“rakyatku,
kalian bukan batu terinjak
bukan tanah tandus terbajak
bangkit rakyatku,
lawan pemimpin tipu,
pengempit hartamu,
penjajah palsu dan agama hantu,
sebab semua itu, rakyatku
semua itu … milikku!”
“hahaha … milikku!”
“demi pendiri bangsa ini,
aku bersaksi, kitalah bukti
kedaulatan sampai mati, hati
mengecoh nurani, dan ekonomi
= harga diri.
maka, lihat aku … lihat aku!!!
masa dalam mimpimu, pilihan
tanpa sangsi, penguasa segala
kroni, penyambung lidah korporasi
setia berjanji: makmurlah negeri
kokohlah jati diri, sejati dalam janji
untuk sendiri menanggung upeti
pada pemimpin abadi:
tuan modal bijak bestari.”
“hahaha …”
“pilihlah aku, tak salah lagi.”
