Tampilkan postingan dengan label M. Nahdiansyah Abdi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label M. Nahdiansyah Abdi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Februari 2016

M. Nahdiansyah Abdi: CEGUKAN




Data buku kumpulan puisi

Judul : Cegukan (sepilihan sajak cinta)
Penulis : M. Nahdiansyah Abdi
Cetakan : I, 22 Januari 2016
Penerbit : Kepadapuisi Publising, Banjarbaru.
Tebal : 50 halaman (44 puisi)
Format buku : pdf
Desain gambar sampul : www.freepik.com
Sumber download : https://drive.google.com

Beberapa pilihan puisi M. Nahdiansyah Abdi dalam Cegukan

Pertanyaan

Ajukan seribu pertanyaan berbeda
Kuhanya miliki satu jawaban
Kuakui ini agak konyol
Tapi ini kekonyolan yang membahagiakan

Banyak pertanyaan tak terjawab
Terkurung dalam kerumitan filsafat
Menjadi teka-teki abadi
dalam tempurung ilmu-ilmu pasti

Tanyakan pada orang dungu ini:

Apapun pertanyaannya
Jawabannya hanya Cinta


Genangan

Di atas bukit, dalam temaram cahaya
sepotong rotiku mengering

Cinta tak akan mampu mengejar
dan menghunuskan belatinya ke lambungku

Tidak sebatang pohon nampak
Tapi burung-burung itu berkhotbah

Gerimis tipis
Langit tak tertembus

Hanya telah kuteguk racun
yang dititipkan Gila pada logika

Hanya telah kuteguk cinta
yang dititipkan Luka pada cahaya


Cinta & Propaganda

Ia telah berteriak demikian keras
menjadikan puisi seteguh intimidasi

Garis wajahnya leluasa
membentuk gugusan kasih dan murka

Aku bocah celaka, murtad dari
nujum kata

Aku mengosongkan gelas dan mengisinya dengan
detik-detik yang berguguran dari arlojiku

: Pikiran tak terkalahkan Tuan Kasmaran
menerangi setiap fase dari hidup yang revolusioner!*

------------
* diolah dari sebuah slogan

Jumat, 02 Oktober 2015

Hajriansyah dan M. Nahdiansyah Abdi: JEJAK-JEJAK ANGIN




Data buku kumpulan puisi

Judul : Jejak-jejak Angin
Penulis : Hajriansyah dan M. Nahdiansyah Abdi
Penerbit : Olongia, Yogyakarta.
Cetakan : I, April 2007
Tebal : 144 halaman (masing-masing 45 puisi)
ISBN : 978-979-15622-3-2
Gambar sampul : Hajriansyah
Desain sampul : Heri S 
Pengantar : Faruk HT, Saut Situmorang

Beberapa pilihan puisi Hajriansyah dalam Jejak-jejak Angin

Di waktu hujan
kudengar engkau menyanyikan
kegembiraan, kesedihan
seperti jemarimu yang ringan
menjatuhkan titik air
di atap sengku yang biru

Tuhanku, jika ku mampu
dan kau mau
berikan aku titik air
yang dapat membasuh
dahaga berjuta harapan kami

Tuhanku, jika ku mampu
dan kau mau 
alirkan di sejuta harapan kami
kegembiraan yang dapat
menyenangkan berjuta
mimpi dan kesombongan
kawan kami

Tuhanku, dari setitik air
yang jatuh dari jemariMu
ke atap seng biruku
berikan kami kebaikan yang
menjadi kebanggaan anak cucu kami

7 Desember 2005

Rabu, 01 Juli 2015

M. Nahdiansyah Abdi: dari edan, oleh edan, untuk Eden




Data buku kumpulan puisi

Judul : dari edan, oleh edan, untuk Eden
Penulis : M. Nahdiansyah Abdi
Cetakan : I, 29 Juni 2015
Penerbit digital : Kepadapuisi Publising, Banjarbaru.
Tebal : 71 halaman (106 puisi)
Format ebook : Pdf
Penyunting, perancang sampul : M. Nahdiansyah Abdi
Sketsa sampul : Hajriansyah
Sketsa biodata : Sandi Firly
Download ebook :
https://drive.google.com/

dari edan, oleh edan, untuk Eden, terdiri dari lima bagian, yaitu Preambule (1 puisi), dari edan (49 puisi), oleh edan (27 puisi), untuk Eden (28 puisi) dan Penutup (1 puisi)

Peringatan : Membaca buku ini terlalu serius, dapat menyebabkan kecemasan, halusinasi dan gangguan tidur. Meningkatkan risiko bunuh diri, gangguan kepribadian dan skizofrenia. Diperlukan pendamping bagi pembaca di bawah umur!

Beberapa pilihan puisi M. Nahdiansyah Abdi dalam dari edan, oleh edan, untuk Eden

Manusia Pertama di Rumah Sakit Jiwa
-- dan terkenang Subagio Sastrowardojo

Beritakan kepada dunia
Aku telah sampai pada ide
di mana aku tak mungkin lagi kembali

Berilah aku seribu orang gila
daripada satu politisi (wekcuh!) yang penuh janji

161212


Malam Jomblo bagi Puisi

malam minggu adalah malam jomblo bagi puisi
tanyakan itu pada sandi firly

duduk di beranda buku seorang diri
dan sesekali melongok media sosial

puisi, malam itu tergoda untuk menulis novel
sebuah novel, yang barang sehuruf, maka jadilah

saya, sekalipun penyair sekedar
ikut susah melihat puisi yang melamun

puisi: terlihat antara ingin sendiri dan
butuh teman ngobrol!

malam minggu, 090515

Senin, 01 Oktober 2012

M. Nahdiansyah Abdi: BUKU HARIAN PEJALAN TIDUR


Data buku kumpulan puisi

Judul : Buku Harian Pejalan Tidur
Penulis : M. Nahdiansyah Abdi
Cetakan : I, Januari 2011
Penerbit : Tahura Media, Banjarmasin.
Tebal : vi + 64 halaman (61 judul puisi)
Perancang Sampul : Hery S.
Foto jamban : M. Wiwin Rahmadani SH
Link : http://pejalantidur.blogspot.com

Beberapa pilihan puisi M. Nahdiansyah Abdi dalam Buku Harian Pejalan Tidur

Tentang Wanita yang Menguap dan Jam Tangannya yang Sialan

Wanita itu menguap tanpa punggung telapak tangan menempel di
mulutnya. Angin deras tapi nelangsa.
Berkali-kali ia melirik arloji, berharap lelakinya
muncul dari pintu itu: “Dasar jam tangan murah!” ia
keceplosan. Dia perempuan buta dan lelaki itu
torso yang mengigau di kotak kaca.

270210


Risiko

Ada yang slalu berpikir kalah-menang
maka jatuhlah korban-korban
Ada yang berpikir melulu cinta
ia pun repot juga

Limpahan cinta menyamar berupa-rupa
Ia dituntut ”dungu” sejak pandangan pertama

010510


Gemuruh

Wahai mimpi-mimpi besar
Visi-visi Agung
Biji di gelap tanah
Janin dalam kandungan

Wahai, hembusan ruh yang sejuk dan kudus
Yang menjamah segala yang mati dan yang berdenyut
Mukzijat yang bekerja di semua satuan waktu
di semua daratan dan khayalan

demikianlah, aku mengajukan pertanyaan yang tak ada
jawabannya: senantiasa
menyamar jadi kesintingan, kesurupan oleh alfabetMu!

121209/270310

Kamis, 28 Juli 2011

M. Nahdiansyah Abdi: Parodi tentang Orang yang Ingin Bunuh Diri dengan Pistol Air


Data buku kumpulan puisi

Judul  : Parodi tentang Orang yang Ingin Bunuh Diri dengan Pistol Air
Penulis  : M. Nahdiansyah Abdi
Cetakan : I, 2008
Penerbit : Tahura Media, Banjarmasin
Tebal : 134 halaman (83 judul puisi)
ISBN : 979-1756-22-8
Model sampul : Edi Sutardi
Desain sampul : Hery S


Beberapa pilihan puisi M. Nahdiansyah Abdi dalam Parodi tentang Orang yang Ingin Bunuh Diri dengan Pistol Air


Di Bawah Rindang Baliho

Di bawah rindang baliho
Pernah kami ucapkan
janji setia
Tepat di antara
kata-kata penuh bujukan
yang jatuh sehelai-sehelai
kala tertiup angin

Ternyata, kami tidak benar-benar jatuh cinta
Kami memelihara pengkhianatan: buah
yang terlampau hitam

Lugu sekali, satu sosok tegak
mengaduk-aduk bayangan sembari terisak

Di sana, di bawah baliho yang memucat!


Rabu, 09 Maret 2011

M. Nahdiansyah Abdi: PEWARIS TUNGGAL ISTANA PASIR


Data buku kumpulan puisi Pewaris Tunggal Istana Pasir

Judul : Pewaris Tunggal Istana Pasir
Penulis : M. Nahdiansyah Abdi
Cetakan : 1, Desember 2009
Penerbit : Tahura Media, Banjarmasin.
Tebal : xii + 194 hlm. 13,5 x 20 cm (200 judul puisi)
ISBN : 978-60284140-12-18


Beberapa pilihan puisi M. Nahdiansyah Abdi dalam Pewaris Tunggal Istana Pasir


Ke Dunia Maya Aku kan Kembali*

Di sana gadisku
sendiri  menunggu

Senyumnya sangat, sangat, sangat virtual

Susah untuk tidak rindu!

Ke dunia maya aku kan kembali
menghambur ke pelukan rintih
Serupa burung-burung putih
melesat ke langit bersalju

Gadisku manis seperti ombak yang menanti
Kulempar jauh dayungku, kulubangi jukungku
Gadisku sekait sekelindan dengan ajalku

Tak ada bulan, angin, pacar
Puisi menghilang, kesedihan pelan mencakar
Dan kulunaskan janji pada iseng yang membara ini
Apapun tarohannya, ke dunia maya aku kan kembali

010708

*antara lagu Koes Plus, puisi Chairil, dan lukisan Leonardo da Vinci


Maut

Maut, maut terhampar dalam benakku
Digenangi airmataku
Lumpurnya yang mengendap tercermin di langit
Adam masih di surga, pohon larangan belum berbunga
Tidak juga aku kangen, maaf.

201102