Tampilkan postingan dengan label Zeffry J. Alkatiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zeffry J. Alkatiri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2016

Zeffry Alkatiri: MY ALLAH, MY RASUL, AND YOUR HAJJ




Data buku kumpulan puisi

Judul : My Allah, My Rasul, and Your Hajj
Penulis : Zeffry Alkatiri
Cetakan : I, 2014
Penerbit : Akbarmedia, Jakarta Timur
Tebal : 112 halaman (96 puisi)
ISBN : 978-602-9215-28-1
Editor : Yaya Ganis
Desain sampul : Ari Ardianta
Tata letak : Sahrul (I-young)

My Allah, My Rasul, and Your Hajj, terdiri dari 3 bagian, yaitu Part 1: My Allah (45 puisi), Part 2: My Rasul (25 puisi), dan Part 3: Your Hajj (26 puisi).

Beberapa pilihan puisi Zeffry Alkatiri dalam My Allah, My Rasul, and Your Hajj

My Allah 6

Siapa sesungguhnya yang membayar:
Agar bumi ini terus berputar?

            Bumi ini bukanlah kumidi
Yang dapat kau pinta putar
  Dengan uang yang mampu kau sodorkan
Melalui loket di depan pintu masuknya.

Jadi,
Siapa sesungguhnya yang membayar:
Agar bumi ini terus berputar?


My Allah 18

Dari dan buat: Artha M Akbar

Persoalan hidup kita amatlah sederhana
Dibanding jaringan atau susunan tubuh manusia
Yang luar biasa rumitnya,
Tak terjangkau oleh pikiran,
Tetapi semuanya beres diurus olehNya.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Zeffry J. Alkatiri: DARI BATAVIA SAMPAI JAKARTA 1619 - 1999


Data buku kumpulan puisi

Judul : Dari Batavia sampai Jakarta 1619-1999: Peristiwa Sejarah dan Kebudayaan Betawi – Jakarta dalam Sajak
Penulis : Zeffry J. Alkatiri
Cetakan : I, 2001
Penerbit : Indonesia Tera, Magelang.
Tebal : x + 98 halaman (45 judul puisi)
ISBN : 979-9375-40-1
Gambar Sampul : Canal Scene karya C. Jackson, direproduksi dari buku karya Haks & Maris, Lexicon of Foreign Artists who Visualizes Indonesia (1600-1950), Archipelago Press, 1995.
Penyelia Akhir: Ita Dian Novita
Disain sampul: M. Iqbal Azcha

Beberapa pilihan puisi Zeffry J. Alkatiri dalam Dari Batavia sampai Jakarta 1619-1999.

Reinier Si Juru Tulis dari Middelburg

Aku ikut!
Teriak seorang pemuda yatim
Kepada kapten kapal yang akan bertolak
Dari Middelburg ke Hindia

Akan kuhitung jarak
Langkah
Bintang
Akan kuhitung segala di mata
Dan akan kucatat semua di kepala.
Baik, kata sang kapten
Kini kau hitung berapa banyak
Papan kayu kapal ini

Sambil mengepel lantai palka
Reinier muda mulai menghitung dan menulis.
Delapan ribu papan besar
Dan empat ribu lembar papan ukuran sedang
Lapornya, saat kapal merapat
di Nieuw Amsterdam
Lalu Reinier menghitung dan mencatat
Jarak langkahnya menuju tangga Stadhuis
Tidak lebih dua belas tahun
Katanya, dalam hati.

Reinier menukar bedil dengan pena bulu.
Ia menghitung dan mencatat:
Ribuan orang Cina menggelepar di jalan
dan di sungai
Panjang pantai utara Pulau Jawa
Ribuan pohon pala Pulau Banda
Reinier akhirnya menjadi kruidenier
Yang mencatat secara akurat:
Luas tanah, ratusan budak, emas-perak,
vila mewah, dan hutang piutang miliknya
ke dalam daghregister.

Reinier lelah,
Seakan semua telah ditulis
Rhematik keburu memilin pergelangannya
Padahal, ia belum sempat melaporkan
dan tak akan berani melaporkan
Kepada para Heeren
Banyaknya tikus berpesta setiap hari
Di Graanpakhuizen milik mereka.

1999