Tampilkan postingan dengan label Chairil Anwar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chairil Anwar. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Desember 2014

Chairil Anwar, Rivai Apin, Asrul Sani: TIGA MENGUAK TAKDIR




Data buku kumpulan puisi

Judul : Tiga Menguak Takdir
Penulis : Chairil Anwar, Rivai Apin, Asrul Sani
Penerbit : PT Balai Pustaka (Persero), Jakarta
Cetakan : III, 2010 (Cet. I: 1950)
Dicetak oleh : PT Temprina Media Grafika
Penyunting : Tim editor Balai Pustaka
Penyelaras Bahasa : Denny & Mirza
Penata Letak : Liek Sakun
Desain sampul : Dimas Nurcahyo
Ilustrasi : Hartono
ISBN : 979-690-680-5
Seri BP No. 1758
Tebal : xx + 92 halaman (27 judul puisi)
Kata pengantar : Maman S. Mahayana

Tiga Menguak Takdir terdiri atas tiga bagian tak berjudul, secara berurut, Chairil Anwar (10 judul puisi), Rivai Apin (9 judul puisi), dan Asrul Sani (8 judul puisi).

Beberapa pilihan puisi Asrul Sani dalam Tiga Menguak Takdir

Surat dari Ibu

Pergi ke dunia luas, anakku sayang
pergi ke hidup bebas!
Selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinar daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau.

Pergi ke laut lepas, anakku sayang
pergi ke alam bebas!
Selama hari belum petang
dan warna senja belum kemerah-merahan
menutup pintu waktu lampau.

Jika bayang telah pudar
dan elang laut pulang ke sarang
angin bertiup ke benua
Tiang-tiang akan kering sendiri
dan nakhoda sudah tak pedoman,
boleh engkau datang padaku

Kembali pulang, anakku sayang
kembali ke balik malam!
Jika kapalmu telah rapat ke tepi
Kita akan bercerita
“Tentang cinta dan hidupmu pagi hari.”

Minggu, 03 November 2013

CHAIRIL ANWAR PELOPOR ANGKATAN 45



Data Buku

Judul : Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45
Penulis : H. B. Jassin
Cetakan : VII, 1985 (cet. I, 1956)
Penerbit : PT. Gunung Agung, Jakarta
Tebal : 184 halaman
Gambar kulit dan penata wajah : AMA

Beberapa sajak hasil terjemahan Chairil Anwar  dalam Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45.
(Tapi sebelumnya, kita nikmati dulu “satu-satunya” sajak Chairil Anwar yang ditulis dalam bahasa Belanda: Catastrophe, hlm. 63)

Catastrophe

Hun vijver werd moeras,
Rust werd gevaar,
En nymphen zonken
Zwaar toen zij niet
Meer zwemmen konden.

Het bleekgroen riet
Week, door zwart poelgewas
Verstikt en overwoekerd,
Van de verwaasde oev’ren.

Toen enklen boven dreven,
Gezwollen als verworgden,
De heren los,
Doken die overleefden
Dieper in het bos.

Maar steeds naar de ramp getrokken
Zagen zij and’re doden
Die niet verdronken:
Zij die niet vloden

Liggend in ‘t slib, de voeten
Domplend in drabbig water,
Een prooi voor iedren sater,
Wiens bronst hen komt bezoeken.

Jakarta, 23 September 1945
* Dari Seruan Nusa. Memperingati berdirinya I Tahun K.R.I.S. Oktober 1945-1946, Yogyakarta, hal. 19.

Senin, 02 April 2012

Chairil Anwar: DERU CAMPUR DEBU


Data buku kumpulan puisi

Judul : Deru Campur Debu
Penulis : Chairil Anwar
Cetakan : III, 1993
Penerbit : PT. Dian Rakyat, Jakarta
Tebal : 47 halaman (28 puisi)
ISBN : 979-523-042-5
Ilustrasi isi : Oesman Effendi

Beberapa pilihan puisi Chairil Anwar dalam Deru Campur Debu

Aku

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan akan akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Senin, 02 Januari 2012

Chairil Anwar: KERIKIL TAJAM DAN YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS


Data buku kumpulan puisi


Judul  : Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Putus
Penulis : Chairil Anwar
Cetakan : XVI, 2007)
Penerbit : PT. Dian Rakyat, Jakarta
Tebal : 56 halaman (38 puisi)
ISBN : 979-523-065-4
Kulit muka : Su Lan
Vignet : O. Effendi

Beberapa pilihan puisi Chairil Anwar dalam Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Putus

Nisan
Untuk Nenekanda

Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
Dan duka maha tuan bertakhta

Oktober 1942


Sendiri

Hidupnya tambah sepi, tambah hampa
Malam apa lagi
Ia memekik ngeri
Dicekik kesunyian kamarnya

Ia membenci. Dirinya dari segala
Yang minta perempuan untuk kawannya

Bahaya dari tiap sudut. Mendekat juga
Dalam ketakutan-menanti ia menyebut satu nama

Terkejut ia terduduk. Siapa memanggil itu?
Ah! Lemah lesu ia tersedu: Ibu! Ibu!

Pebruari 1943

Rabu, 05 Januari 2011

Chairil Anwar: AKU INI BINATANG JALANG



Data buku kumpulan puisi

Judul : Aku ini Binatang Jalang
Penulis : Chairil Anwar
Cetakan : VI, Oktober 1993 (cetakan I, Maret 1986)
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tebal : xiv + 111 halaman (82 puisi & surat-surat)
ISBN : GM 201 86.052
Editor : Pamusuk Eneste
Kata Penutup : Sapardi Djoko Damono


Beberapa pilihan puisi Chairil Anwar


Tak Sepadan

Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros

Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka

Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka

Februari 1943