Tampilkan postingan dengan label Sitor Situmorang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sitor Situmorang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juni 2016

Sitor Situmorang: SITOR SITUMORANG, KUMPULAN SAJAK 1980-2005




Data buku kumpulan puisi

Judul : Sitor Situmorang, Kumpulan Sajak 1980-2005
Penulis : Sitor Situmorang
Cetakan : I, Januari 2006
Penerbit : Komunitas Bambu, Depok.
Tebal : xviii + 480 halaman (228 puisi)
ISBN : 979-3731-10-0
Editor : J.J. Rizal
Desain sampul : Agus Wiyono
Desain isi : Risdianto & Tjalie
Foto sampul : Sitor Situmorang (1978) karya Gunawan Mohamad
Sketsa isi : Sitor Situmorang
Sketsa wajah Sitor Situmorang karya Affandi tahun 1977
Pengantar : E. Ulrich Kratz

Beberapa pilihan puisi Sitor Situmorang dalam Sitor Situmorang, Kumpulan Sajak 1980-2005

Tatahan Pesan Bunda

Bila nanti ajalku tiba
kubur abuku di tanah Toba
di tanah danau perkasa
terbujur di samping Bunda

Bila ajalku nanti tiba
bongkah batu alam letakkan
pengganti nisan di pusara
tanpa ukiran tanpa hiasan

kecuali pesan mahasuci
restu Ibunda ditatah di batu:
Si Anak Hilang telah kembali!
Kujemput di pangkuanku!

Paris, April 1998


Balada Laut Tidore

                                                            Girl, girl alone!
                                                            Why do you wander!
                                                            (Ho Chih-Mo, Chairil Anwar)

Laut seperti peta lama sekaligus baru:
Lihat bangkai kapal Jepang di karang situ
dan pohon di atasnya – Betapa rimbun.
Beringin – kata orang setempat.

Waktu perang lalu, 194~, ke sini
tentara Jepang mengangkut 300 gadis-gadis
                                                            dari Minahasa
keperluan serdadu-serdadunya yang kesepian.
Muncul sebuah pesawat Amerika, lalu menukik,

saat kapal hampir berlabuh di Teluk.
Bomnya tepat jatuh di atas palka –
jadi kuburan bersama untuk awak kapal
dan 300 gadis remaja.

Untuk serdadu-serdadu Amerika yang tewas
di Arlington ada tugu megah bangsanya.
Di Tokyo terdapat kuil Jasukuni Jinja
persemayaman roh Prajurit Tak Dikenal.

300 gadis-gadis Minahasa di sini
bakal dikenang sebagai apa?

Hei, dara manis yang kini sendiri
di pantai Halmahera dan sedih. Adakah kau roh
            tak berkawan?
Pulanglah, Sayang! Jangan terlalu nanap
            memandang pelangi.

Cahaya rindu mereka, adalah cahaya rinduku
            pula,

kisah baratayudha yang berkepanjangan.

Jumat, 01 Februari 2013

Sitor Situmorang: ANGIN DANAU



Data buku kumpulan puisi

Judul : Angin Danau
Penulis : Sitor Situmorang
Cetakan : I, 1982
Penerbit : Penerbit Sinar Harapan, Jakarta.
Tebal  : 114 Halaman (75 puisi)
Disain sampul : Hardyono
 

Angin Danau terbagi atas 4 bagian, yaitu Angin Danau (14 puisi), Si Anak Hilang (28 puisi), Laut Senja (20 puisi) dan Weimar (13 puisi)


Beberapa pilihan puisi Sitor Situmorang dalam Angin Danau

Barbara di Pinggir Sungai Holland

Tak tahu lagi sungainya:
Waal, Maas atau bernama Rijn.
Kapal barang kosong –
angan ikut mudik

ke jantung Eropanya, berpapasan kapal
sarat muatan – hatinya – bersamaku hilir
bermuara di samudra kembara
Atlantik berpadu Pasifik

hidup yang dihidupi
sejauh tualang

musim yang diselami
sedalam rindunya.


Si Anak Hilang

Seorang kaya mempunyai dua putra,
Dua remaja berlainan perangai,
Si Bapak sama-sama sayang,
Bagaimana akan memisah darah?

Putra sulung rajin lagi tekun,
Bertani, bertukang, merawat hewan,
Sepanjang hari bekerja di kebun,
Memelihara warisan nenek moyang.

Putra bungsu suka ke tempat pesta,
Pesiar di mana orang muda berkumpul,
Padi di ladang, hewan berbiak di gunung,
Menjadi haknya, tanpa kerja.

Malam pergi, pulang di pagi buta,
Kerja si Bungsu sepanjang tahun,
Tinggalkan si Sulung membanting tulang,
Kembali malam menutup kandang.

Senin, 02 April 2012

Sitor Situmorang: DALAM SAJAK


Data buku kumpulan puisi

Judul  : Dalam Sajak
Penulis : Sitor Situmorang
Cetakan : II, 1982 (Cet. I, Bandung, 1955)
Penerbit : PT Dunia Pustaka Jaya, Jakarta.
Tebal : 69 halaman (47 puisi)
Gambar muka : Yus Rusamsi

Beberapa pilihan puisi Sitor Situmorang dalam Dalam Sajak

Lagu Gadis Itali
Buat Silvana Maccari

Kerling danau di pagi hari
Lonceng gereja bukit Itali
Jika musimmu tiba nanti
Jemputlah abang di teluk Napoli

Kerling danau di pagi hari
Lonceng gereja bukit Itali
Sedari abang lalu pergi
Adik rindu setiap hari

Kerling danau di pagi hari
Lonceng gereja bukit Itali
Andai abang tak kembali
Adik menunggu sampai mati

Batu tandus di kebun anggur
Pasir teduh di bawah nyiur
Abang lenyap hatiku hancur
Mengejar bayang di salju gugur