Tampilkan postingan dengan label Koesalah Soebagyo Toer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koesalah Soebagyo Toer. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2016

Koesalah Soebagyo Toer: PARIKAN – PANTUN JAWA, PUISI ABADI





Data buku kumpulan puisi

Judul : Parikan – Pantun Jawa, Puisi Abadi
Penulis : Koesalah Soebagyo Toer
Cetakan : I, 2011
Penerbit : Felizs Books, Jakarta
Tebal : 214 halaman (808 parikan)
ISBN : 978-602-96135-2-0
Tata letak : Dian Andiani
Desain sampul : A. B. Oscar Marinnas

Parikan yang termuat dalam buku ini dikumpulkan tahun 1980, diikuti updating ala kadarnya, hasil dari mendengarkan dan bertanya. Dilakukan di Jakarta yang bukan wilayah berbahasa Jawa, tapi banyak dihuni orang Jawa. Parikan diberikan oleh orang-orang dari Surabaya, Gresik, Mojokerto, Madiun, Jember, Banyuwangi, Bojonegoro, Ngawi, Surakarta, Yogyakarta, Klaten, Purworejo, Karanganyar, Blora, dan Semarang.
(halaman 11)

Buku ini terbagi atas dua bagian, yaitu bagian pertama, parikan tunggal (398 parikan) dan bagian kedua, parikan ganda (410 parikan).

Beberapa pilihan Parikan (Pantun Jawa) yang dihimpun Koesalah Soebagyo Toer dalam Parikan–Pantun Jawa, Puisi Abadi

Ngina

Ojo lunga ojok ngelampra,
Banjarmasin akeh ulane;
Ojok ngina sak-padha-padha,
Sugih miskin wis ganjarane.
            Jangan pergi jangan mengembara
            Di Banjarmasin banyak ularnya;
            Jangan menghina sesama manusia,
            Kaya dan miskin sudah takdirnya.


Dak-kandhani

Wetan kali kulon kali,
Arep nyabrang gak ana wote;
Biyen mula dak-kandhani,
Wong berjuang abot sanggane.
Di timur sungai di barat sungai,
Mau nyeberang tak ada jembatannya;
Dari dulu sudah kuberitahu,
Orang berjuang berat tanggung jawabnya.