Tampilkan postingan dengan label Tia Setiadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tia Setiadi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 November 2017

Tia Setiadi: TANGAN YANG LAIN


Data buku kumpulan puisi

Judul : Tangan yang Lain
Penulis : Tia Setiadi
Cetakan : I, Mei 2016
Penerbit : Diva Press, Yogyakarta.
Tebal : 116 halaman (21 puisi)
ISBN : 978-602-279-226-0
Tata sampul : Joni Ariadinata
Lukisan karya : Arya Sucitra, Apple (2015),
acrylic on canvas, 30 cm x 25 cm
Tata isi : Violetta
Pracetak : Antini, Dwi, Wardi
Prolog : Joko Pinurbo

Beberapa pilihan puisi Tia Setiadi dalam Tangan yang Lain

ENAM LANSKAP PEDALAMAN PRIANGAN

/1/

Lapis demi lapis
Kabut tipis menyisih:

Pagi baru saja lahir.

Dari balik jendelanya
Nenek itu bisa memandang
Puspa ragam penampakan matahari
Lewat ribuan celah daun-daun albasiyah

Ia yakin
Ada sebuah matahari lain
Yang terbit dan terbenam dalam tubuhnya
Membakar rambutnya hingga memutih seluruhnya

Dan karena akar-akar albasiyah itu
Tertanam jauh di dasar pikirannya
Ia pun bisa menampakkan aneka ragam matahari lain
Lewat ribuan celah daun-daun hidupnya.

Nenek itu, pohon albasiyah,
Dan puspa ragam penampakan matahari:
Barusan saja dilahirkan
Oleh rahim pagi.


/2/

Sekelompok belalang menikung dalam angin
Dan rerumputan

Seorang bocah bungah yang sedang mengejarnya
Juga menikung dalam angin
Dan rerumputan

Sesayap kecil belalang-belalang itu mengembang
Bergelombang dalam kilauan hijau
Di antara hijau hijau

Menunjukkan pada si bocah
Sebuah negri baru yang tak pernah diimpikannya.

Jumat, 07 Oktober 2011

CIUMAN HUJAN


Data buku kumpulan puisi

Judul : Ciuman Hujan, Seratus Soneta Cinta
Penulis : Pablo Neruda
Cetakan : I, 2009
Penerbit : Penerbit Madah, Yogyakarta kerjasama dengan Parikesit Institute dan Interlude
Tebal : vi + 128 halaman (100 judul puisi)
ISBN : 978-979-19797-0-2
Judul asal : Cien Soetos de Amor, yang kemudian diterjemahkan dari bahasa Spanyol ke Bahasa Inggris oleh Stephen Tapscott menjadi 100 Love Sonnets
Penerjemah ke Bahasa Indonesia : Tia Setiadi
Editor : Agus Manaji dan Sukandar


Kepada Matilde Urrutia
Istriku tercinta, aku menderita selagi aku menuliskan “soneta-soneta” tak bernama ini; mereka melukaiku dan membuatku lara, namun kebahagiaan yang kurasakan dalam mempersembahkannya kepadamu sungguh maha luas bagaikan sabana....

Beberapa pilihan puisi/soneta Pablo Neruda dalam Ciuman Hujan

XLVIII

Sepasang kekasih yang bahagia membuat sebuah roti,
satu rembulan gugur di rerumputan
Ketika berjalan, mereka melemparkan sepasang bebayang yang mengalir bersama;
ketika bangun, mereka meninggalkan satu surya yang suwung di ranjangnya.

Dari segala kebenaran yang mungkin, mereka memilih hari itu;
mereka menggenggamnya, bukan dengan tali tapi dengan satu aroma.
Mereka tidak merobek kedamaian, tidak pula meremukkan kata-kata
kebahagiaan mereka adalah menara yang tembus pandang

Udara dan anggur menemani sepasang kekasih yang bahagia itu.
Malam memberi kesenangan dengan kelopak-kelopaknya yang riang.
Mereka punya hak atas semua bunga anyelir.

Sepasang kekasih yang bahagia, tanpa suatu akhir, tanpa kematian,
mereka lahir, mereka mati, berkali-kali selagi mereka hidup:
mereka memiliki kekekalan hidup yang alamiah.