Data buku kumpulan puisi
Judul
: Sajak-sajak Sepatu Tua
Penulis : Rendra
Cetakan
: VI, 1995 (cet. I: 1972)
Penerbit
: PT Dunia Pustaka Jaya, Jakarta.
Dicetak
oleh PT Penebar Swadaya, Jakarta
Tebal
: 93 halaman (38 sajak)
ISBN
: 979-419-035-7
Gambar
jilid oleh A. Wakidjan
Sajak-sajak
Sepatu Tua terdiri atas 2 sub
judul, yaitu Sajak-sajak Sepatu Tua – yang dibagi menjadi: Bagian
Pertama (10 sajak), Bagian Kedua (13 sajak). Sub judul berikutnya
adalah Masmur Mawar (15 sajak).
Beberapa pilihan puisi Rendra dalam Sajak-sajak Sepatu Tua
Doa Seorang Serdadu Sebelum Berperang
Tuhanku
wajah-Mu membayang di kota terbakar
dan firman-Mu terguris di atas ribuan
kuburan dangkal.
Anak menangis kehilangan bapa.
Tanah sepi kehilangan lelakinya.
Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini
tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia.
Apabila malam turun nanti
sempurnalah sudah warna dosa
dan mesiu kembali bicara.
Waktu itu, Tuhanku,
perkenankan aku membunuh
perkenankan aku memasukkan sangkurku.
Malam dan wajahku
adalah satu warna.
Dosa dan nafasku
adalah satu udara.
Tak ada lagi pilihan
kecuali menyadari
biarpun bersama penyesalan.
Apa yang bisa diucapkan
oleh bibirku yang terjajah?
Sementara kulihat kedua tangan-Mu yang capai
mendekap bumi yang mengkhianati-Mu.
Tuhanku.
Erat-erat kugenggam senapanku.
Perkenankan aku membunuh
Perkenankan aku menusukkan sangkurku.



