Sabtu, 20 Agustus 2011

DEMONSTRAN SEXY



Data buku kumpulan puisi


Judul : Demonstran Sexy
Penulis : Binhad Nurrohmat
Cetakan : I, Mei 2008
Penerbit : Penerbit Koekoesan, Depok
Tebal : x + 123 halaman (99 judul puisi), 14 x 21 cm
ISBN : 978-979-1442-15-2
Perancang Sampul : Eka Kurniawan
Orasi pamungkas: Yudi Latif


Beberapa pilihan puisi Binhad Nurrohmat dalam Demonstran Sexy


Asal-Usul Polisi Tidur, 1

Jalan raya itu dahulu mulus dan rata
motor yang lewat kebut-kebutan aja.

Lantaran marah, masyarakat sirna akalnya
jalan raya itu benjol-benjol dihakimi massa.


Bukan Kata Kritikus

Penyair serius tabu membaca buku ini.


Penyair Dengki

Puisimu tak pernah bagus karena selalu dimuat koran Jakarta.
Puisiku hebat karena tak ada koran Jakarta berani memuatnya.


Sama Kuat

Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan

Koruptor kompak sulit ditaklukkan.


Rabu, 03 Agustus 2011

MATA KEKASIH


Data buku kumpulan puisi

Judul : Mata Kekasih
Penulis : Korie Layun Rampan
Cetakan : I, April 2008
Penerbit : Bukupop, Jakarta
Tebal : 116 halaman (100 judul puisi)
ISBN : 978-979-1012-28-7


Beberapa pilihan puisi Korie Layun Rampan dalam Mata Kekasih


Mata

isyarat yang menikam jantung hari
pisau, panah, pedang api firdausi
laut: kolam yang dasar tiada
cahaya yang diam-diam mengintip kita


 Ziarah

telah kutempuh ziarahku setiap waktu
antara pulau kenangan dan jiwa yang bisu
telah kubangun rumah di bibir gelombang dan dada kota
kubangun jembatan antara kebeliaan tua jauhari

hari-hari menepi melawat bersama sauh
siapakah lagi yang mati di sekitar kampung jauh
memanggil bunyian alam dan gong penghabisan
memanggil tangis dan duka yang redam

sebuah legenda mimpi laut
tualang padang akal
kanak-kanak tertawa mengusap mainan mimpi pertama
babak lakon yang bengal

ziarah panjang kekasih sajak
di sini telaga matahari: duniaku terserak!


Selasa, 02 Agustus 2011

DETIK-DETIK INDONESIA



Data buku kumpulan puisi

Judul : Detik-detik Indonesia (Indonesisches Sekundenbuch)
Penulis : Martin Jankowski
Cetakan : I, 2005
Penerbit : Indonesia Tera bekerja sama dengan Paradox Literary Center
Tebal : 120 halaman (30 judul puisi, dwibahasa Jerman-Indonesia)
ISBN : 979-775-001-x
Penerjemah : Katrin Bandel
Editor  : Dorothea Rosa Herliany
Tata letak dan desain  : Gannie D. Rahardian
Link: http://weltanfall.blogspot.com/ (Bhs Jerman) dan
  http://butterflywar.blogspot.com/ (Bhs Inggris)


Beberapa pilihan puisi Martin Jankowski dalam Detik-detik Indonesia


Razia dekat Lembar di Lombok

Coba lihat, kata sopir, saat
di tengah perjalanan
kami mendekati razia polisi
yang ditandai rambu,
menunggu kami di pinggir jalan.

Coba lihat, kata sopir, waktu dia
menyembunyikan tiga lembar uang dalam kepalan tangannya
lalu membiarkan tangannya bergantung keluar
jendela dengan santai, seakan-akan kebetulan saja.
Polisi, dekat mobil kami, memandang ke arah lain.

Coba lihat, kata sopir, sambil perlahan
menjalankan mobil kembali dan menarik
kepalan tangannya, lalu membukanya:
tangan itu kosong. Kau lihat, kata sopir,
sangat sederhana persoalan negeri ini:
semua orang capek dan tak ada yang punya uang.
Kalau kau kenal aturan main
yang kupakai tadi, polisi akan pura-pura
tidak tahu. Hanya saja, kalau kau punya masalah, sebaiknya
kau minta tolong pada preman saja, merekalah yang kadang-kadang
masih punya harga diri.

 

Senin, 01 Agustus 2011

SERIBU MESJID SATU JUMLAHNYA: TAHAJJUD CINTA SEORANG HAMBA



Data buku kumpulan puisi

Judul : Seribu Mesjid Satu Jumlahnya: Tahajjud Cinta Seorang Hamba
Penulis : Emha Ainun Nadjib
Cetakan : IV, Mei 1993 (I, September 1990)
Penerbit : Penerbit Mizan, Bandung.
Tebal : 164 halaman (50 judul puisi)


Beberapa pilihan puisi Emha Ainun Nadjib dalam Seribu Mesjid Satu Jumlahnya: Tahajjud Cinta Seorang Hamba


Syair Candu
1

kalau kamu bilang agama itu candu
dengarkan allah-lah candu hidupku
tuak cinta maha membeningkan pikiran
melempangkan yang sebenar-benarnya jalan

jika sukmaku meminumnya
badan tegak dan jiwa perkasa
menyingkir rasa takut dan kesedihan
sehingga takkan kubatalkan pemberontakan

para peminum kesejatian
sanggup keluar dari setiap barisan
yang menghardik utuhnya kemanusiaan
meski ditemani oleh hanya sunyi dan kelaparan

kamu takkan tahu bau napasnya begitu merangsang
menyisihkan segala yang tampak menggiurkan
menjelaskan betapa remehnya godaan
serta apa pun saja yang seolah dan seakan-akan

kalau kamu bilang agama itu candu
kuperdengarkan allah dan tak ada yang selain itu
firmannya merasuki darah bagai arak suci
kusandang untuk menyibak zaman ini

1985