Tampilkan postingan dengan label (3) Ahmad Fauzy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label (3) Ahmad Fauzy. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Oktober 2017

Lelaki Budiman: PERCAKAPAN DIAM-DIAM


Data buku kumpulan puisi:

judul: Percakapan Diam-diam
penulis: Lelaki Budiman
penerbit: Tan Kinira Books
cetakan: 2, April 2012
tebal: 91 halaman (47 puisi)
ilustrasi: Widyatmoko ‘Koskow’
desain buku: Gamaliel W. Budiharga

Beberapa pilihan puisi Lelaki Budiman dalam Percakapan Diam-diam

Adalah Kau
  


















2011
  

Ketika Sepi

       Adalah sepasang kursi
           tanpa kata-kata,
       percakapan menguap
           bersama udara,
       : sebuah panggung
                     tanpa cahaya.

     Ketika sepi adalah aku berlari,
menagkap bayanganku
     : sendiri.

2011

Rabu, 02 Agustus 2017

Soni Farid Maulana: PARA PENZIARAH


Data Buku Kumpulan Puisi:

Judul: Para Penziarah
Penulis: Soni Farid Maulana
Cetakan: I, 1987
Penerbit: Angkasa, Bandung
Tebal: x + 74 halaman (59 puisi)
ISBN:  979-404-187-4
Rencana kulit: Joko Kurnain
Sketsa: Acep Zamzam Noor

Para Penziarah terdiri dari tiga bagian: Sebuah Album (26 puisi), Para Penziarah (21 puisi), dan Krematorium Matahari (12 puisi).

Beberapa pilihan puisi Soni Farid Maulana dalam Para Penziarah

ODE BANGKAI ANJING

Merasakan sunyi (anyir darah menguap dari tubuhmu)
Matahari menyala. Musik pengantar ke kubur
Hanyalah dengung lalat. O, jangan harap orang mengaji
Mereka lupa padamu
Dengan perkasa kau menangkap maling. Mungkin di tempat lain
Orang akan membuat patungmu!  ̶  Kuhikmati deritamu.

Hidup menempuh tebing. Menghancurkan tebing
(Di lamping) cengkrik bernyanyi. Kau berhadapan dengan Amarah
Dengan angan-angan. Dibangun: tulang dan tulang
(Masih tersisa sedikit sumsum) menggairahkan nafsu!

Aku tak tahu. Di manakah kehadiranmu dihormati orang?
Tembok yang kokoh. Pagar besi menusuk langit
Rumah-rumah tak menjawabku. Aku sampaikan salam atas bunga
Ingin copot dari tangkainya. Meneduhi tubuhmu
Dari sengatan waktu. Dari sengatan waktu!

1984


PROSA CINTA

         ̶– Nina Dianawati

Aku mendengarkan percakapan burung-burung
Di dahan hatimu. Embun yang bening dalam sebuah pagi
Mengabarkan dunia yang tak ada padaku
Setelah kerling matamu menyungkup langit jiwaku. Ah, matahari
Yang berkobar. Waktu yang melenggang lewat. Senja yang padat
Oleh guguran daun. Malam. Bintang-bintang. Suara-suara alam
Mengalir dalam keheningan semestaku. Mengaji kehadiranmu.
Setiap saat menyanyikan gairah kehidupan.
Tapi pada hening mata ular, cintaku. Kenangan menjulang!

1984

Afrizal Malna: KALUNG DARI TEMAN


Data Buku Kumpulan Puisi

Judul: Kalung dari Teman
Penulis: Afrizal Malna
Penerbit: PT Grasindo, Jakarta
Cetakan: I, 1999
Tebal: x + 158 halaman (85 puisi)
ISBN: 979-669-547-2
Kata penutup: Dami N. Toda
Penyunting penyelia: Pamusuk Eneste
Penyunting naskah: Djony Herfan & Tri Marganingsih
Desain Sampul: A. Kunta Rahardjo
Perwajahan isi: Suwarto

Beberapa pilihan puisi Afrizal Malna dalam Kalung dari Teman

Tanaman Tahun

Satu dua orang datang satu dua orang pergi
Pohon tumbuh sendiri, sapi berjalan sendiri
Kemarin aku berjanji menjengukmu
Nonton bersama
Satu dua orang datang satu dua orang pergi
Tak ada halaman lain pada tubuhmu
Waktu telah jadi bentangan kain
Potongan-potongan baju, ke Selatan ke Utara
Jam 10 malam, toko-toko telah tutup
Satu dua orang datang satu dua orang pergi
Siapa yang mau menunggu di sini
Orang-orang berlalu
Halaman rumah belum disapu
Semua orang datang semua orang pergi
Besok aku berjanji menjengukmu
Tanpa dirimu lagi
Di situ

1983

Senin, 08 Mei 2017

Akhmad Nurhadi Moekri: SAJAK-SAJAK SARONEN NURHADI


Data buku kumpulan puisi

Judul: Sajak-sajak Saronen Nurhadi
Penulis: Akhmad Nurhadi Moekri
Cetakan: I, Agustus 2013
Penerbit: CV. Alif Gemilang Pressindo
Tebal: viii + 56 halaman (61 puisi)
ISBN: 978-602-7692-41-1
Penyunting: Tiana Hidayat
Desain Sampul: Bayu Hidayat
Tata Letak: Ahmed Ghoseen A.

Beberapa pilihan puisi Akhmad Nurhadi Moekri dalam Saronen

Munajat 1

Tuhan, tetap saja
aku tidak siap mati

Sumenep, 11 Juli 2011


Munajat 9

Tuhan,
baringkanlah aku
dengan alunan firman-Mu

Sumenep, 23 Juli 2011


Munajat 11

Tuhan,
berikan aku
kenikmatan gempa
dan musibah

Sumenep, 24 Juli 2011


Munajat 14

Tuhan,
berkahilah sarapan kami

Sumenep, 26 Juli 2011

Minggu, 02 Oktober 2016

Acep Zamzam Noor: TAMPARLAH MUKAKU!




Data Buku Kumpulan Puisi

Judul: Tamparlah Mukaku !
Penulis: Acep Zamzam Noor
Cetakan: 1, 1982
Penerbit: ?
Percetakan: CV Adi Agung, Bandung
Tebal: 56 halaman (50 puisi)
Kulit muka: Acep
Sketsa: Tisna
Pengantar: Drs. Saini K.M.

Beberpa pilihan puisi Acep Zamzam Noor dalam Tamparlah Mukaku !

LAGU IBUNDA

yang melambai dari semesta jiwa
kekasih puteri derita
yang memanggil tanpa daya

yang menyerahkan kasih
tanpa kata-kata
yang menaburkan setia

yang menanam cinta
dari rahimnya
yang melahirkan tunas kehidupan

yang menyodorkan dunia
melepaskanku menggembala
yang membekali dengan doa

1981


DALAM KEASINGAN YANG LINDAP

dalam keasingan yang lindap, aku rindu
ingat pandangmu, hening, menyapu trotoar berdebu
menikamku, pening, hasrat yang kembali tersedu

dalam kegamangan yang hinggap, kau tahu
aku rindu bisikmu, bening, menggoyangkan sang waktu
melenakanku, angin, melayang, menderu

1981

Jumat, 02 September 2016

Amien Wangsitalaja: KITAB RAJAM




Data buku kumpulan puisi

Judul: Kitab Rajam
Penulis: Amien Wangsitalaja
Cetakan: I, 2001
Penerbit: Indonesiatera, Magelang
Tebal: xiv + 124 halaman (81 puisi)
ISBN: 979-9375-24-X
Disain sampul: M. Iqbal Azcha
Gambar sampul: Herry Dim

Kitab Rajam terdiri dari 4 kitab, yaitu: Kitab Babon (9 puisi), Kitab Kiri: Mendebat Rajam (33 puisi), Kitab Kanan: Mendekap Rajam (24 puisi), dan Kitab Tengah: Mendedah Rajam (27 puisi).

Beberapa pilihan puisi Amien Wangsitalaja dalam Kitab Rajam

PENCURI, PENYELIDIK, DAN POLISI

sejak aku tertangkap
sebagai pencuri
kalian begitu sibuk
menjadi penyelidik dan polisi

o aku tahu
kebiasaan penyelidik dan polisi
suka mengambil yang tersisa
yang tak sempat dibawa
oleh seorang pencuri

o cantiknya kalian
mencuri ketampananku


JALALUDDIN RUMI 1

aku yang kehilangan kekasih
kini nemukan cinta

sebab mentari memang tak tertangkap
selain cahaya

aku
merindukan mentari
selepas cahaya

Jefri Al Malay: TIMANG-TIMANG NAK DITIMANG SAYANG




Data buku kumpulan puisi

Judul : Timang-timang Nak Ditimang Sayang
Penulis : Jefri Al Malay
Cetakan : I, 2014
Penerbit : Seligi Press, Pekanbaru, Riau
Tebal : 120 halaman (24 puisi)
ISBN : 978-6029-5683-8-8
Perwajahan/cover : Abak/Nanda
Tata Letak : Rudi Yulisman

Beberapa pilihan puisi Jefri Al Malay dalam Timang-timang Nak Ditimang Sayang

Timang-timang Nak Ditimang Sayang

Timang-timang Nak Ditimang Sayang

Belum jua selesai rupanya
Kau mengusung cucumu
Dijunjung-junjung
Diayun-ayun
Dilonjak-lonjak
Diangkat-angkat
Padahal diluar sudah menelungkup kabut
Perlukah kita takut?

Aduhai dondang!
Nak didondang sayang

Kemarilah...!
Perlu juga sesekali kau dengar bisik
Jengah ke luar tingkap
Sudah berapa banyak
Teriak budak-budak
Tak lagi dengar kicau bicau

Selain gumam
Berkepanjang mengungkai risau
Sungguh aku menabung hirau
Kutakut kacau balau
Sejambangan bunga dicuri orang
Padahal adzan senja baru saja berkumandang

Dong dong kak
Pekasam labi-labi
Anak siapa yang tebekah gelak
Mak bapak siapa yang lupa mengaji

Jangan sampai jadi induk ayam kau
Kebulur, santap telur sendiri!
Yang terkiap-kiap nantinya adalah nyawa
Tak sempat terpana pandang dunia

Selasa, 02 Februari 2016

Heru Emka: TANDA




Data buku kumpulan puisi

Judul: Tanda
Penulis: Heru Emka
Cetakan: 1, 1984
Penerbit dan Percetakan: PN Balai Pustaka, Jakarta
Perancang Kulit: Budiono
Tebal: 124 halaman (86 puisi)
BP No. 3150

Beberapa pilihan puisi karya Heru Emka dalam Tanda

SONETA
                                                 bagi jiwaku

terbang kelelawar – terbang kesepian
sinar bulan pudar, kehidupan
batas bayang daunan, dalam
bulan pudar, gelap – sunyi malam.

bercermin diri dalam sadar
tengah mengenang datang kelelawar
mengeluh resah persis di depan,
semaksud ikrar tanpa ajakan.

ingin bergerak menyibak daunan
tirai bulan pudar dan gelap sunyi malam
lunglai badan lunglai jiwa.

makin menyamar sepanjang jalanan
rahasia alam, keluasan malam
tak tercapai: dunia di seberang gulita.

15 agustus 77


SUNYI BAGIKU

sunyi bagiku bukanlah ketakutan
ia nyanyi bagi sekelompok yang tersisa,
bila kau mengira yang tersisa itu berdosa
biarlah kuanggap sunyi itu nyanyi dosa.

bagiku sunyi bukanlah penderitaan
ia hiburan bagi sekelompok yang terluka
bila bagimu yang terluka itu berduka
biarlah kuanggap sunyi itu penghibur duka.

seperti halnya diriku, saudara,
dipukau sepi sejak babak pertama
bayang-bayangku ia, kekasih tercinta
pemburu yang tak pernah mati, pencari jejak sejati.

bila bagimu sepi itu hina
ia memang sahabat si hina
tapi jejaknya tetap murni
bagai pertama kali turun ke bumi.

14 nopember 76.

Syafira Rahima (Sarah Bagir): DENGARKAN JIWA




Data buku kumpulan puisi

Judul: Dengarkan Jiwa; 35 Puisi tentang Tuhan, Cinta, dan Keindahan
Penulis: Syafira Rahima (Sarah Bagir)
Penerbit: DAR! Mizan Anggota IKAPI, Bandung
Cetakan: 1, Rajab 1433 H/Juni 2012
Tebal: 64 halaman
Pengantar: Haidar Bagir dan Lubna Assagaf
Ilustrasi isi dan sampul: Nisa Nafisah
Penyunting naskah: Ahmad Mahdi
Penyunting ilustrasi: Kulniya Sally
Desain isi: Kulniya Sally dan Nisa Nafisah
Desain sampul: Kulniya Sally
Proofreader: Hetty Dimayanti


Beberapa pilihan puisi karya Sarah Bagir dalam Dengarkan Jiwa

Dengarkan Jiwa

Apakah ini suara merduku?
Kudengarkan detak jantungku
Aku berjalan pelan-pelan
Semakin mendekat
aku mendengar

Apakah ini kekasih cinta?
Apakah ini kehidupan?
Apakah kau Jiwa Yang Terbesar
yang kudengar?

Ini cuma peringatan
akan kebebasan ini

Di istana jiwa ini
kau mendengar
sebuah alunan
cintaku

Berjalan
Jiwa Terbesar
Istana
Kebebasan
Kehidupan
Kekasih

Berlayar
Apakah kau perahu istimewaku?
Kini pun aku berlayar
di tengah-tengah laut