Senin, 04 April 2011

Sainul Hermawan: MATA UNTUK MAMA



Data buku kumpulan puisi (dan cerpen)

Judul : Mata untuk Mama
Penulis : Sainul Hermawan
Cetakan : I, Juni 2009
Penerbit : Scripta Cendikia, Banjarbaru
Tebal : xviii + 155 halaman (21 judul puisi & 14 cerpen)
ISBN : 979-17099-2-0
Prolog : Aprinus Salam
Epilog : M. Faizi
Ilustrator :Nauka Nayana Prasadini dan Sandi Firly
Gambar Sampul: Film Festival 2008 Diunduh dari http:/
/www. humanitarianchronicle. com/wp-content/uploads/
2008/05/hrff2008.jpg (pada 27 Maret 2009)
Desain sampul : Sainul Hermawan


Beberapa pilihan puisi Sainul Hermawan dalam Mata untuk Mama


Capricorn

setunas jagung dan sekantong kacang
sudah kau bakar di sudut-sudut lembab
tanpa sebab hingga kau perlu minta maaf
pada hati yang mungkin sembab
sepanjang masa pencarian
sepanjang perjalanan
menuju kesejatian
tanpa ketakutan
meski
rahasia tetaplah bukan untuk langit yang menganga
kau seperti menghitung biji-biji tasbih
atau memandang masa lalu yang lucu
yang meminta satu jawaban dan
melarang jawaban lain dan
kau temukan jawaban sendiri
bukan dari masa depan
dari masa lalu yang setia
masa lalu yang melahirkan cahaya di wajah senja
maka terimalah ini capricorn
sebagai persembahan pertama dan utama
dan kau pasti memaksa
dan aku pun pasrah
untuk menjadikan semuanya sekali ini saja

8 Juli 2007

NIKAH ILALANG



Data buku kumpulan puisi

Judul : Nikah Ilalang
Penulis : Dorothea Rosa Herliany
Cetakan : 1995
Penerbit : Yayasan Pustaka Nusatama
Tebal  : viii + 133 halaman (104 judul puisi)
ISBN  : 979-8628-51-9
Epilog : Afrizal Malna
Lukisan cover  : Entang Wiharso


Beberapa pilihan puisi Dorothea Rosa Herliany dalam Nikah Ilalang


Nikah Ilalang

engkau nikahi ilalang. berumah di negeri
semaksemak. diamlah dalam kemerisik angin
yang mengecoh cakrawala.

tapi orangorang lalu melayat padamu. terasa
kelam perkawinan dan pesta syahwat. engkau
butuhkan bunga-bunga ditaburkan. doadoa
penghabisan, dan ziarah bertubitubi.

engkau nikahi ilalang. luas kebun luas bumi
luas langit luas jagat batinmu. engkau
nikahi kesunyian yang ditinggalkan abadabad
nanti. berkumur cabikan tanah kering dan
pestisida. berkumur jagat hewankecil yang
mencari rumahrumah dalam tangis dan sekarat.

1992


EKSPEDISI WAKTU



Data buku kumpulan puisi

Judul : Ekspedisi Waktu
Penulis : Indra Tjahyadi
Cetakan : I, Desember 2004
Penerbit : Atlas Publising, Jakarta
Tebal : 100 halaman (73 judul puisi)
ISBN : 979-98979-0-2
Editor : Manaek Sinaga
Pengantar : Dr. JJ. Kusni
Desain Grafis : Dedi Syafrizal


Beberapa pilihan puisi Indra Tjahyadi dalam Ekspedisi Waktu
  
Zietgeist

Kabut hening yang suram
Cahaya yang mendedas seluruh rasa pahit
Ekor-ekor seluruh ledakan rupa-rupa tangis
Orkestrasi-orkestrasi purbani
Malam yang berhenti
Dan memetakan perih pada nadi
Seperti maut
Dzikir yang gagal dirajah angin pada gerimis
Demikianlah, aku reguk setiap kekekalan dan sepi
Dan lewat segenap pekik yang tak tercatat pada gigil
Mataku menangkap seluruh pesona sunyi
Dan pada gairah-gairah yang menjadi belatung pada musim
Menuliskan kata-kata abadi
Katedral mayat-mayat
Orde seribu rasa sakit
Semangat bangkai-bangkai cacing
Aku yang tak pernah mengerti
Bagaimana kegelapan meledak
Dan kematian begitu mengagumkan serupa mimpi
Meski pada akhir sajak kita kerap bersicumbu dalam rintih
Membangun rumah-rumah peneduh sepanjang jalan matahari
Seperti apa yang tak pernah tersembuhkan
Dan burung-burung putih

1999-2000


Sabtu, 12 Maret 2011

Eza Thabry Husano: LELAKI KEMBANG BATU


Data buku kumpulan puisi Lelaki Kembang Batu

Judul : Lelaki Kembang Batu
Penulis : Eza Thabry Husano
Cetakan : 1, 2008
Penerbit : Tahura Media, Banjarmasin & Komunitas MGR, Banjarbaru.
Tebal : 144 halaman (99 judul puisi)
Editor  : Dewa Pahuluan
Sketsa wajah : D. Zawawi Imron
Desain sampul : Hery S
ISBN : 978-979-17562-5-9


Beberapa pilihan puisi Eza Thabry Husano dalam Lelaki Kembang Batu


Elegi Musim

menangkis tusukan cinta yang tak bersih.  Musim amis
aku membasuh sayap mimpi di karat sunyi.

kau peluk habis musim bergaun airmata
aku berjuntai damai menaksir maut.

kau kehilangan jejak mengemis takdir waktu
aku mengganggang nyala api di tungku batu.

rindu-dendam belum usai mengucapkan narasi cinta
aku melayat puisi untuk matamu yang terluka.

kanan-kiri suara saling menghardik-menusuk
aku menepi melupakan suara dan jarum tusukan.

sebuah lakon tragedi di pentas airmatamu
aku sebuah monumen silam tanpa haru.

penyair musim-penyair pisau belati!
aku tak sedang meludahi perjalanan matahari.

Banjarbaru (2006)

Jumat, 11 Maret 2011

Sapardi Djoko Damono: ARLOJI


Data buku kumpulan puisi Arloji

Judul : Arloji
Penulis : Sapardi Djoko Damono
Cetakan : 2009
Penerbit : Editum, Ciputat.
Tebal : tanpa halaman (33 judul puisi)
ISBN : 978-979-19766-8-8


Beberapa pilihan puisi Sapardi Djoko Damono dalam Arloji


Tukang Kebun

Setelah beberapa kali ketukan,
pintu kubuka; rupanya ada tamu
yang, katanya, menjemputku sore hari ini
Apakah aku sudah pernah mengenalnya?

Waktu kutanyakan pergi ke mana,
jawabnya ringkas, “Ke sana, ke samudra raya!”
Ditunjukkannya pula rajah di lengannya:
gambar jangkar, tengkorak, dan kata tak terbaca.

Aku ini tukang kebun tua yang lahir dan dibesarkan
di pedalaman, sepanjang hidup hanya belajar
menghayati rumput, pohon, dan tanah basah,
mengurus pagar dan membersihkan rumah.

Aku tak mampu apa dan bagaimana lagi.
Pandanganku tinggal sejengkal,
dan telingaku? Suaraku sendiri pun tak dikenal.
Tamu itu membelalak ketika kupersilahkan duduk.

Tuhan, aku takut. Tolong tanyakan padanya
siapa gerangan yang telah mengutusnya.

Rabu, 09 Maret 2011

M. Nahdiansyah Abdi: PEWARIS TUNGGAL ISTANA PASIR


Data buku kumpulan puisi Pewaris Tunggal Istana Pasir

Judul : Pewaris Tunggal Istana Pasir
Penulis : M. Nahdiansyah Abdi
Cetakan : 1, Desember 2009
Penerbit : Tahura Media, Banjarmasin.
Tebal : xii + 194 hlm. 13,5 x 20 cm (200 judul puisi)
ISBN : 978-60284140-12-18


Beberapa pilihan puisi M. Nahdiansyah Abdi dalam Pewaris Tunggal Istana Pasir


Ke Dunia Maya Aku kan Kembali*

Di sana gadisku
sendiri  menunggu

Senyumnya sangat, sangat, sangat virtual

Susah untuk tidak rindu!

Ke dunia maya aku kan kembali
menghambur ke pelukan rintih
Serupa burung-burung putih
melesat ke langit bersalju

Gadisku manis seperti ombak yang menanti
Kulempar jauh dayungku, kulubangi jukungku
Gadisku sekait sekelindan dengan ajalku

Tak ada bulan, angin, pacar
Puisi menghilang, kesedihan pelan mencakar
Dan kulunaskan janji pada iseng yang membara ini
Apapun tarohannya, ke dunia maya aku kan kembali

010708

*antara lagu Koes Plus, puisi Chairil, dan lukisan Leonardo da Vinci


Maut

Maut, maut terhampar dalam benakku
Digenangi airmataku
Lumpurnya yang mengendap tercermin di langit
Adam masih di surga, pohon larangan belum berbunga
Tidak juga aku kangen, maaf.

201102

Selasa, 08 Maret 2011

Radhar Panca Dahana: LALU WAKTU


Data buku kumpulan puisi Lalu Waktu

Judul : Lalu Waktu, sajak dalam tiga kumpulan (1985-1994)
Penulis : Radhar Panca Dahana
Cetakan : 1, Mei 1994
Penerbit : Pustaka Firdaus, Jakarta.
Tebal : 129 hlm (60 judul puisi)
Pengantar : Goenawan Mohamad
ISBN : 979-541-056-3


Beberapa pilihan puisi Radhar Panca Dahana dalam Lalu Waktu

Pulang

hujan sedari tadi belum berhenti
kenapa merpati terbang sendiri
kuyup basah tidak perduli
sudah berapa pagi,
tak mau juga ia menepi.
apa yang kau cari?
kabar kekasihkah menyertai
atau sekedar ingin kembali?
tahukah kamu, di sini
seumur hujan ia menanti

1987

Senin, 07 Maret 2011

MUSI YANG MANIS KEKASIHKU


Data buku kumpulan puisi Musi yang Manis Kekasihku

Judul : Musi yang Manis Kekasihku
Penulis : Eko Putra
Cetakan : 1, Mei 2010
Penerbit : Bejana, Bandung.
Tebal : 63 hlm. 14 x 20 cm (50 judul puisi)


Beberapa pilihan puisi Eko Putra dalam Musi yang Manis Kekasihku


Di Danau Ulak Lia

cuaca telah menjadi musim
yang terapung
di antara genangan yang tenang

dan sembilan arah
di setiap akar dan bunga teratai

tak ada lagi
yang dapat kusangsikan
pada mereka yang mengerami telur
atau mungkin seperti berudu

kini dia telah menungguku
lewat batuan cadas
dan pepohonan lapuk di seberang

ini cintaku
dari sesuatu yang dimakan zaman
beserta cuaca

dan langit yang merona

2009

Selasa, 01 Maret 2011

Hajriansyah: 79 PUISI HAJRI


Data buku kumpulan puisi 79 Puisi Hajri

Judul : 79 Puisi Hajri
Penulis : Hajriansyah
Cetakan : 1, Juli 2010
Penerbit : Tahura Media, Banjarmasin.
Tebal : vii + 104 hlm. 14 x 20 cm (79 judul puisi)
Editor : Sandi Firly
Ilustrasi : Agus Trianto BR
ISBN : 978-602-84140-23-4


Beberapa pilihan puisi Hajriansyah dalam 79 Puisi Hajri


Di Awal Mimpi Kita, Tahun ini Tumbuh Daun

Aku petik mimpi ini
Di ujung daun tumbuh daun

Di dalam tanah akar saling berjalin-tangan
Di luar tanah mimpi kita tumbuh lagi

Tanah yang subur
Rumah yang makmur

Di langit ada kembara
Di cakrawala seseorang memanggil kita

“hoi… rumahmu terbakar
Ada sungai di seberang sana!”

Januari, 2010

Senin, 28 Februari 2011

Goenawan Mohamad: ASMARADANA



Data buku kumpulan puisi

Judul : Asmaradana
Penulis : Goenawan Mohamad
Cetakan : I, 1992
Penerbit : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo), Jakarta
Tebal : viii + 152 halaman ( 84 puisi)
ISBN : 979-553-118-2
Kata Penutup : A. Teeuw


Beberapa pilihan puisi Goenawan Mohamad


Perjalanan Malam

Wer reitet so spat durch Nacht und Wind?
Er ist der Vater mit seinem Kind
- GOETHE

Mereka berkuda sepanjang malam,
sepanjang pantai terguyur garam.
Si bapak memeluk dan si anak dingin,
menembus kelam dan gempar angin.

Adakah sekejap anak tertidur,
atau takutkan ombak melimbur?
“Bapak, aku tahu langkah si hantu,
ia memburuku di ujung itu.”

Si bapak diam meregang sanggurdi,
merasakan sesuatu akan terjadi.
“Kita teruskan saja sampai sampai,
sampai tak lagi terbujur pantai.”

“Tapi ‘ku tahu apa nasibku,
lepaskanlah aku dari pelukmu.”
“Tahanlah, buyung, dan tinggallah diam,
mungkin ada cahaya tenggelam.”

Namun si hantu tak lama nunggu:
dilepaskannya cinta (bagai belenggu).
Si anak pun terbang ke sebuah cuaca:
“Bapak, aku mungkin kangen di sana.”

1976

Selasa, 15 Februari 2011

SAJAK-SAJAK WELLINGTON (1989-1993)



Data buku kumpulan puisi

Judul : Sajak-Sajak Wellington (1989-1993)
Penulis : Harkiman
Cetakan : 1, Mei 1995
Penerbit : Yayasan Penerbit Karaniya, Bandung
Tebal : v + 54 halaman (20 judul puisi, 2 bahasa, Indonesia-Inggris )
ISBN : 979-8727-00-2


Beberapa pilihan puisi Harkiman dalam “Sajak-Sajak Wellington (1989-1993)”


Christmas Eve

bermacam lampu menghiasi malam
ada juga yang kelap-kelip abadi-sejati
di pelataran toko ada banyak orang lalu
wanita dan pria, dan semua begitu indah

bermacam orang mengajak bersahabat
ada juga yang sederhana-sahaja tulus dan baik
dalam hidup tak ada lagi banyak pilihan
segala terjadi, dan segala pun bermakna

dalam pesta dansa wajah kita diterangi
kedip-kedip bola listrik warna-warni
kau siapa? aku siapa? kita siapa?
seperti filsuf, usia habis dalam bertanya saja


Kamis, 03 Februari 2011

Jamal T. Suryanata: DEBUR OMBAK GURUH GELOMBANG


Data buku kumpulan puisi

Judul : Debur Ombak Guruh Gelombang (Sajak-sajak 1993-2002)
Penulis : Jamal T. Suryanata
Cetakan : I, Oktober 2009
Penerbit : Tahura Media, Banjarmasin
Tebal : xvi + 94 halaman ( 80 puisi)
ISBN : 978-60284140-3-16
Pengantar : Maman S. Mahayana


 Beberapa pilihan puisi Jamal T. Suryanata dalam Debur Ombak Guruh Gelombang

Dengan Sajak

dengan sajak kutitipkan rindu
laut pada pantai yang menggaramkan buihnya

dengan sajak kudedahkan cinta
bunga pada angin yang menyerbukkan putiknya

dengan sajak kularutkan mimpi
embun pada awan yang merelakan hujannya

dengan sajak kutadahkan pinta
perahu pada sungai yang menyisir arusnya

dengan sajak kutorehkan luka
hutan pada kota yang merabuk kepurbaannya

dengan sajak kudendangkan puisi
agar setiap kata menjelma semesta doa

dengan sajak kutarikan zikir
hingga segalanya merabuk dalam ketiadaan

2002


Rabu, 02 Februari 2011

Emha Ainun Nadjib: CAHAYA MAHA CAHAYA



Data buku kumpulan puisi

Judul : Cahaya Maha Cahaya
Penulis : Emha Ainun Nadjib
Cetakan : 5, 1993 (Cet.1: Desember 1991)
Penerbit : Pustaka Firdaus, Jakarta
Tebal : vi + 71 halaman (41 judul puisi)
ISBN : 979-541-016-4
Pengantar : Dr. Sapardi Djoko Damono
Desain cover : Jean Kharis


Beberapa pilihan puisi Emha Ainun Nadjib dalam “Cahaya Maha Cahaya”

Ajari Aku Tidur

tuhan sayang ajari aku tidur
seperti dulu menemuimu di rahim ibu
sesudah lahir menjadi anak kehidupan
sesudah didera tatakrama, pendidikan, politik
            dan kebodohan
bisaku cuma tertidur
tertidur

tuhan sayang tak kurang-kurang engkau menghibur
tapi setiap kali badan terbujur ruhku bangkit
            memekik-mekik!
hidupku jadi ngantuk, luar biasa ngantuk
tanpa pernah bisa sungguh-sungguh tidur

di siang dunia berseliweran kecemasan
orang-orang berburu prasangka
menumpuk salah paham terhadap kehidupan
memburu dugaan, bersandar pada bayangan
mengulum batu-batu akik, aku ngantuk
sungguh-sungguh ngantuk

di malam segala nina bobo yang menenggelamkan
tak mampu kubaringkan mati kecilku
ajari mati, ya tuhan sayang, ajari aku mati
nasib sejarah menggumpal di jantungku
jantung mengerjat-ngerjat
tapi tak pingsan

telah beribu kali
jantung meledak tak mati-mati
tuhan sayang, ya tuhan sayang
rinduku amat tua
dan sakit

1986

Selasa, 01 Februari 2011

Eko Suryadi WS: DI BATAS LAUT


Data buku kumpulan puisi

Judul : Di Batas Laut
Penulis : Eko Suryadi WS
Cetakan : I, 2005
Penerbit : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)
  Akademi Keguruan Paris Barantai (AKPB) Kotabaru
Tebal : xii + 122 halaman (85 judul puisi)
ISBN : 979-3381-01-9
Penyunting : YS. Agus Suseno
Epilog : D. Zawawi Imron
Ilustrasi cover : D. Zawawi Imron


Beberapa pilihan puisi Eko Suryadi WS


Laut

laut adalah sebentuk ruang
yang memungkinkan segala musim
datang melangkah
laut adalah sobekan tahun-tahun yang luka
kini siap menggapai sisa-sisa ombak
kemudian menenggelamkan cakrawala
pada batas yang diinginkan

1982