Data buku kumpulan puisi
Judul
: Sitor Situmorang, Kumpulan Sajak 1980-2005
Penulis : Sitor
Situmorang
Cetakan
: I, Januari 2006
Penerbit
: Komunitas Bambu, Depok.
Tebal
: xviii + 480 halaman (228 puisi)
ISBN
: 979-3731-10-0
Editor
: J.J. Rizal
Desain
sampul : Agus Wiyono
Desain
isi : Risdianto & Tjalie
Foto
sampul : Sitor Situmorang (1978) karya Gunawan Mohamad
Sketsa
isi : Sitor Situmorang
Sketsa
wajah Sitor Situmorang karya Affandi tahun 1977
Pengantar
: E. Ulrich Kratz
Beberapa pilihan puisi Sitor Situmorang dalam Sitor Situmorang,
Kumpulan Sajak 1980-2005
Tatahan Pesan Bunda
Bila nanti ajalku tiba
kubur abuku di tanah Toba
di tanah danau perkasa
terbujur di samping Bunda
Bila ajalku nanti tiba
bongkah batu alam letakkan
pengganti nisan di pusara
tanpa ukiran tanpa hiasan
kecuali pesan mahasuci
restu Ibunda ditatah di batu:
Si Anak Hilang telah kembali!
Kujemput di pangkuanku!
Paris, April 1998
Balada Laut Tidore
Girl,
girl alone!
Why
do you wander!
(Ho
Chih-Mo, Chairil Anwar)
Laut seperti peta lama sekaligus baru:
Lihat bangkai kapal Jepang di karang situ
dan pohon di atasnya – Betapa rimbun.
Beringin – kata orang setempat.
Waktu perang lalu, 194~, ke sini
tentara Jepang mengangkut 300 gadis-gadis
dari
Minahasa
keperluan serdadu-serdadunya yang kesepian.
Muncul sebuah pesawat Amerika, lalu menukik,
saat kapal hampir berlabuh di Teluk.
Bomnya tepat jatuh di atas palka –
jadi kuburan bersama untuk awak kapal
dan 300 gadis remaja.
Untuk serdadu-serdadu Amerika yang tewas
di Arlington ada tugu megah bangsanya.
Di Tokyo terdapat kuil Jasukuni Jinja
persemayaman roh Prajurit Tak Dikenal.
300 gadis-gadis Minahasa di sini
bakal dikenang sebagai apa?
Hei, dara manis yang kini sendiri
di pantai Halmahera dan sedih. Adakah kau roh
tak
berkawan?
Pulanglah, Sayang! Jangan terlalu nanap
memandang pelangi.
memandang pelangi.
Cahaya rindu mereka, adalah cahaya rinduku
pula,
kisah baratayudha yang berkepanjangan.




