Data Kumpulan Puisi
Judul buku: Sergius Mencari
Bacchus
Penulis: Norman Erikson Pasaribu
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta.
Cetakan: I, April 2016
Tebal: xii + 70 halaman (33
puisi)
Ilustrator, desainer sampul, dan
penata letak isi: Leopold A. Surya Indrawan
ISBN: 978-602-03-2789-1
Sepilihan puisi Norman Erikson Pasaribu dalam Sergius Mencari Bacchus
BERTEMU LEO
Di puncak tangga ia belum tahu bahwa
punggung putih di balik pintu kaca adalah Leonya
Umurnya dua puluh empat
dan ia menulis surat cinta untuk dirinya sendiri
Ia belum tahu bahwa paska-pintu ia berhak
menyebut hidupnya hidup
Dan ia tak perlu lagi menabung umur
agar tak terlalu tua ketika ajalnya tiba
SERGIUS MENCARI BACCHUS
Seperti ular, kau melepaskan kulitmu yang tak
baka,
dan memulai/meneruskan perjalanan. Kini sinar dari atas sana
dan memulai/meneruskan perjalanan. Kini sinar dari atas sana
melewatimu. Kau semi-bening berpendar, dan jauh
di barat,
di Kota Roma yang sekarat, Galerius tak menyadari ajalnya telah dekat.
di Kota Roma yang sekarat, Galerius tak menyadari ajalnya telah dekat.
Kau akan mencari seseorang yang berharga bagimu,
yang
dalam tubuh peraknya mengunjungimu di penjara, dan berbisik, Bertahanlah
dalam tubuh peraknya mengunjungimu di penjara, dan berbisik, Bertahanlah
sebab aku akan terus
memperhatikanmu. Bersamanya
kau akan naik ke surga, dan merasa familiar
kau akan naik ke surga, dan merasa familiar
untuk kali pertama. Kalian berdua akan
berpegangan
tangan, dan mengenalkan satu sama lain ke hadapan tiap-tiap orang.
tangan, dan mengenalkan satu sama lain ke hadapan tiap-tiap orang.







