Data buku kumpulan puisi
Judul: Pesan
Luka Indonesiaku
Penulis:
Ali Syamsudin Arsi (Asa)
Cetakan: I, Oktober
2005
Penerbit: Swakelola
Satu Warna, Banjarbaru.
Tebal: 61
halaman (13 puisi)
Sampul dan
Perwajahan isi : Harie Insani Putra
Beberapa
pilihan puisi Ali Syamsudin Arsi (ASA) dalam Pesan Luka Indonesiaku
Orang-orang
Hilang Dalam
orang-orang
hilang dalam
gelembung
sabun di ujung jemari ibu-ibu
perempuan
yang tetap setia melahirkan
anak-anak
di hempasan riak
memperderas
arus dari luncuran embun pada
tangkai
dahan bulir-bulir merunduk padi
hari-hari
menjadi sedih mendanaukan luka di air mata
orang-orang
hilang dalam
lapisan
kulit kayu hutan dari ranting tanpa akar
tercerabut
di gelak tawa dengan bibir retak tengadah
berwajah kayu;
mempersombongkan getah daun berderak
ketika
dendam dahan yang ternista
tinggal
menunggu hitungan; alasan demi alasan
di
persembunyian rebahan duri-duri
telinga pun
membatu mata pun membatu tangan pun membatu
nadi pun
membatu jantung pun membatu hidung pun membatu
darah pun
membatu selangkang pun membatu otak pun membatu
bibir pun
membatu tulang pun membatu; nama-nama membatu
orang-orang
hilang dalam
selongsong
mesiu di reruntuhan pijarnya matahari
kehilangan
bayang ketika senyap memperlambat jalan
pernyataan-pernyataan
yang terpahat di tingkah
muka-muka
kayu, dari ketinggian tempat kaki berdiri
yang lain
adalah sepi
kokok ayam
di pagi-pagi pun dianggap sepi
kedut ujung
mata sendiri pun dianggap sepi
desir air
di celah batu pun dianggap sepi
orang-orang
hilang dalam
lembar-lembar
kusam catatan sejarah; kata-kata berdarah
ayat demi
ayat mempertontonkan bulu mata terbakar
ucap demi
ucap merentangkan nurani terbakar
menggunungkan
tingginya keangkuhan di bukit khotbah
walau dalam
kesabaran bumi tetap tak bisa diterima
orang-orang
hilang dalam
ketajaman
kilau mata luka belati; angin membias dilibas
mengatasnamakan
percik darah kecurigaan
di rerimbun
buangan anak sungai pembalasan
orang-orang
hilang dalam
gegap-gempitanya
kepalan tangan
di tengah
persekongkolan
orang-orang
hilang dalam
kardus-kardus
kaca penyeludupan
di tengah
raung kemiskinan
orang-orang
hilang dalam
lubang-lubang
hutan menganga di tengah ketidakadilan
banjarbaru,
desember 2003












