Data Buku Kumpulan Puisi
Judul : Aku Laut, Aku Ombak
Penulis : Iverdixon
Tinungki
Cetakan : I, Oktober 2009
Penerbit : Kutub, Yogyakarta
Tebal : x + 110 halaman (61 puisi)
Penyunting : Ahmad Syubbanuddin Alwy
Penata Aksara : Edeng Syamsul Ma’arif
Pra cetak : Hidayat Muhammad Arif
Layout : Muhammad Syahri Romdhon
Design cover : Aminuddin TH Siregar
Gambar cover : “Stuck in Reverse” karya J.A. Pramuhendara
(teknik Charcoal di atas kertas tahun 2006)
ISBN : 979-975830-8
Pengantar : Meilia Handoko Kolondam
Beberapa pilihan puisi Iverdixon Tinungki dalam Aku
Laut, Aku Ombak
Sambo Ghenggona
Tuhan sajak bungabunga, bungabunga sajak Tuhan
Dalo
dalo ia medalo mesuba Ruata
sembah syairsyair nafas, nafas syairsyair sembah
Ghenggona
Langi Duatang Saruruang
kelip bintang tepi duka, duka di kelip bintang
Iamang
ianang Fattimah magenda putung
amuk ombak samuderasamudera, samudera amuk ombakombak
Su
hiwang Baginda Aling
pujaan sajaksajak laut, laut sajaksajak pujaan
Dalo
dalo ia medalo
Keperkasaan semesta mata ibu, ibu mata semesta
keperkasaan
Ghenggonalangi
medadingan su gaghenggang
hati lepuh cair diratap mantra, mantra ratap dilepuh hati
Iamang
ianang Fattimah magenda putung
ya Esa... esakan duniaku, dunia esa ya... Esa
Su
hiwang Baginda Aling
dari arasaras jalan menikung, menikung jalan arasaras
Dumaleng
suapeng nanging
menuju denting surga, surga harapan denting hati
Manendeng
mbanua mbanua Duatalangi
menuju kupu menafsir cahya, dan cahya menafsir kupu
Sole
tama sole buntuang taku makibang
yang mencari pagi punya matahari, karena matahari punya
pagi
O, Biabe
sukakendagu Ruata, e
2008
* Sambo (Sasambo) adalah syair pemujaan dan
pengajaran (sasasa). Sejak Nusalawo masa purba sasambo dinyanyikan
dengan menggunakan Tagonggong (alat tetabuhan). Ghenggona (Ghenggonalagi
= Ruata) adalah ilahi pencipta semesta dan pemimpin para moyang
tertinggi (dewa). Pesambo (orang yang menyanyikan sasambo) biasanya
mengubah syairnya secara spontan mengikuti cita rasa hatinya. Syair itu
dibawakan secara berbalasan antara beberapa pesambo. Estetika sasambo terletak
pada ornamensi kanon dan rima bunyi, bukan pada makna diksi.









